
dok: BBC
Penulis: Fityan
TVRINews – Dubai
Eskalasi Konflik Timur Tengah Meningkat Usai Iran Lancarkan Serangan Balasan
Ketegangan di jalur pelayaran global mencapai titik kritis setelah sebuah kapal kargo dilaporkan terkena serangan proyektil di Selat Hormuz pada Rabu 11 Maret 2026.
Insiden yang memicu kebakaran hebat di atas kapal tersebut terjadi di tengah gelombang serangan baru yang diluncurkan Iran ke berbagai wilayah di Timur Tengah.
Serangan Teheran ini diyakini sebagai respons langsung terhadap "Operasi Epic Fury", sebuah operasi militer skala besar yang menyasar infrastruktur pertahanan Iran.
Selain menargetkan jalur maritim, serangan udara Iran juga dilaporkan mengarah ke sejumlah negara tetangga, termasuk Israel, Qatar, dan Uni Emirat Arab (UEA).
Dominasi Militer di Kawasan
Komandan Komando Sentral Amerika Serikat (U.S. Central Command), Laksamana Brad Cooper, mengonfirmasi bahwa pasukan AS terus melakukan penekanan sistematis terhadap aset militer Iran.
Dalam pernyataan resminya, Cooper menyebutkan bahwa pihaknya telah melumpuhkan kapal perang terakhir dari kelas Soleimani.
"Hingga saat ini, kami telah menyerang lebih dari 5.500 target di dalam wilayah Iran, termasuk lebih dari 60 kapal dengan menggunakan berbagai sistem senjata presisi," ujar Cooper melalui pernyataan video yang diunggah di platform X pada Rabu.
Cooper menegaskan bahwa intensitas serangan udara AS meningkat tajam dalam 24 jam terakhir untuk mengikis kemampuan ofensif Teheran.
"Baru kemarin, kami melancarkan gelombang serangan hampir setiap jam dari berbagai lokasi dan arah menuju Iran. Kekuatan tempur AS terus meningkat, sementara kekuatan tempur Iran kian menurun," tegasnya.
Superioritas Udara
Menurut penilaian militer AS, operasi gabungan yang sedang berlangsung telah berhasil menguasai ruang udara di sebagian besar wilayah Iran. Fokus utama serangan saat ini adalah menetralisir peluncur rudal balistik dan pusat kendali pesawat tanpa awak (drone) yang menjadi ancaman utama bagi stabilitas kawasan.
"Seluruh tim bekerja dengan sangat luar biasa. Operasi serangan dari Pasukan Gabungan (Joint Force) terus berlanjut. Saya menilai bahwa kami jelas sedang memegang superioritas udara atas wilayah Iran yang sangat luas," tambah Cooper.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai jumlah korban jiwa dari kapal kargo yang terbakar di Selat Hormuz, sementara otoritas maritim internasional telah mengeluarkan peringatan bagi kapal-kapal komersial untuk tetap waspada saat melintasi jalur strategis tersebut.
Editor: Redaksi TVRINews
