
Menteri Luar Negeri China Wang Yi saat berbicara dalam konferensi pers di Beijing (Foto: AFP)
Penulis: Fityan
TVRINews – Beijing
Menlu Wang Yi Desak Gencatan Senjata di Timur Tengah dalam Pembicaraan Bersama Inggris
Pemerintah China menegaskan komitmennya untuk bekerja sama dengan Inggris dalam menjaga perdamaian internasional di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.
Hal tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, dalam pembicaraan telepon dengan Menteri Luar Negeri Inggris, Yvette Cooper, pada Kamis 19 Maret 2026 waktu setempat.
Dalam pembicaraan tersebut, Wang Yi menekankan bahwa sebagai dua kekuatan global, China dan Inggris memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga keamanan dunia.
Ia juga memperbarui seruan Beijing untuk segera dilakukannya gencatan senjata di wilayah konflik Timur Tengah.
Mencegah Kerusakan Tatanan Internasional
Berdasarkan keterangan resmi Kementerian Luar Negeri China, Wang Yi menyampaikan bahwa kedua negara harus konsisten mengambil langkah-langkah yang kondusif bagi perdamaian.
"Kita harus bekerja sama untuk mencegah kerusakan lebih lanjut terhadap tatanan internasional dan pengikisan fondasi perdamaian global," ujar Wang kepada Cooper.
Wang juga memperingatkan dampak buruk dari ketegangan yang berlarut-larut. Ia menegaskan bahwa "konflik yang berkepanjangan tidak akan menghasilkan pemenang."
Posisi Beijing dan Ketegangan Regional
Beijing, yang merupakan mitra strategis Iran, berada dalam posisi diplomatik yang kompleks. China sebelumnya melontarkan kritik terhadap serangan Teheran ke negara-negara Teluk yang menampung pangkalan militer Amerika Serikat, namun di saat yang sama, Beijing mengecam keras serangan AS-Israel terhadap aset Iran.
Pada hari yang sama, Beijing secara resmi mengutuk pembunuhan Kepala Keamanan Nasional Iran, Ali Larijani, dan menyebut insiden tersebut sebagai tindakan yang "tidak dapat diterima."
Dinamika Inggris dan Tekanan Global
Di sisi lain, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menghadapi tekanan diplomatik. Presiden AS Donald Trump sempat menyatakan kekecewaannya terhadap Starmer, yang dinilai kurang memberikan dukungan penuh dalam konflik tersebut.
Menanggapi situasi yang berkembang, PM Starmer menyatakan bahwa Inggris akan mengambil tindakan yang diperlukan untuk membela diri dan sekutunya, namun tetap berupaya menghindari keterlibatan dalam perang yang lebih luas.
Inggris saat ini tengah bekerja sama dengan sekutu untuk menyusun rencana "layak" guna membuka kembali Selat Hormuz. Meski demikian, Starmer secara tegas mengesampingkan keterlibatan misi NATO dalam upaya tersebut.
Editor: Redaksi TVRINews
