
Penulis: Intan Kw
TVRINews, New York
Indonesia menegaskan keselamatan dan keamanan pasukan penjaga perdamaian (peacekeeper) harus tetap menjadi prioritas utama.
Pernyataan tersebut diungkapkan oleh Wakil Tetap Republik Indonesia untuk PBB, Umar Hadi dalam pertemuan Dewan Keamanan (DK PBB) mengenai situasi di Timur Tengah, di Markas PBB, New York, Amerika Serikat.
Dalam pertemuan tersebut, Indonesia mendesak PBB untuk segera mengambil langkah konkret guna melindungi personel misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).
"Di tengah meningkatnya ketegangan, Dewan dan Sekretaris Jenderal harus segera mengambil langkah darurat untuk memastikan perlindungan penuh bagi personel dan aset UNIFIL," kata Umar Hadi, Selasa, 31 Maret 2026.
Indonesia menjelaskan, hal tersebut mencakup peninjauan kembali protokol pengamanan serta pengaktifan rencana darurat dan evakuasi yang disesuaikan dengan kondisi di lapangan.
Selain itu, Indonesia menekankan pentingnya penggunaan seluruh jalur politik dan diplomatik untuk meredakan ketegangan yang terjadi.
"Kita harus menggunakan semua cara politik dan diplomatik untuk meredakan situasi," ujar Umar Hadi.
Dewan Keamanan PBB juga diminta untuk kembali menegaskan prinsip-prinsip dasar yang menjamin keselamatan dan keamanan pasukan penjaga perdamaian.
Indonesia menilai langkah tegas dari Dewan Keamanan dan komunitas internasional sangat penting guna melindungi para penjaga perdamaian yang bertugas di wilayah konflik.
Editor: Redaktur TVRINews
