
Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Teheran
Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad dilaporkan tewas dalam serangan udara yang dilakukan Angkatan Udara Israel pada Minggu, 1 2026 waktu setempat. Media Israel menyebutkan serangan itu menargetkan kediaman Ahmadinejad di distrik Narmak, Teheran timur laut.
Selain Ahmadinejad, sejumlah penasihat dekat dan pengawal pribadinya turut menjadi korban. Beberapa di antaranya dilaporkan merupakan anggota Korps Garda Revolusi Islam Iran.
Ahmadinejad menjabat sebagai presiden Iran pada 2005 hingga 2013. Ia dikenal luas karena sikap keras terhadap Barat, terutama terkait program nuklir Iran.
Dalam masa kepemimpinannya diwarnai kontroversi, termasuk pemilu 2009 yang dipersoalkan dan memicu gelombang demonstrasi besar di berbagai kota.
Video yang beredar di media sosial memperlihatkan kerusakan signifikan pada bangunan yang disebut sebagai kediamannya. Laporan awal juga menyebutkan dua pelajar sekolah menjadi korban dalam serangan tersebut.
Serangan ini disebut sebagai bagian dari kampanye berkelanjutan Israel dan Amerika Serikat yang menyasar tokoh-tokoh senior Iran.
Presiden Iran saat ini Masoud Pezeshkian menegaskan negaranya akan terus melancarkan serangan balasan terhadap pangkalan militer Amerika Serikat dan Israel di kawasan.
“Kesyahidan pemimpin kami merupakan puncak dari tahun-tahun pengorbanan,” ujar Pezeshkian yang dikutip tvrinews.com dari The Observer Post, Minggu, 1 Maret 2026.
Iran dilaporkan telah menargetkan pangkalan Amerika Serikat di Kuwait, Qatar, Irak, dan Arab Saudi, serta sejumlah fasilitas di Persatuan Emirat Arab, termasuk Abu Dhabi dan Dubai. Serangan di wilayah UEA dilaporkan menewaskan tiga orang dan melukai sedikitnya 58 lainnya.
Negara-negara Teluk mengecam eskalasi tersebut dan menyerukan semua pihak menahan diri. Mereka menekankan bahwa negara-negara tetangga Iran bukanlah musuh dan tidak seharusnya menjadi sasaran konflik.
Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memperingatkan Iran agar tidak memperluas konflik.
Netanyahu menegaskan Israel akan melanjutkan serangan, seraya menuding Iran sebagai penyebab ribuan kematian dan kepanikan luas di kawasan Timur Tengah.
Perkembangan ini menandai babak baru ketegangan di kawasan, dengan risiko meluasnya konflik yang melibatkan sejumlah negara di Timur Tengah.
Editor: Redaksi TVRINews
