
Petugas penyelamat Ukraina berupaya memadamkan kebakaran di sebuah gedung kediaman yang rusak pascaserangan pesawat nirawak di Kharkiv 2 April 2026, di tengah invasi Rusia ke Ukraina. (AFP)
Penulis: Fityan
TVRNews – Kharkiv
Puluhan Drone Targetkan Infrastruktur Sipil, Seorang Anak Terluka dalam Ledakan
Pasukan Rusia melancarkan gelombang serangan pesawat nirawak (drone) tanpa henti selama sepanjang hari di Kharkiv, kota terbesar kedua di Ukraina, pada Kamis 2 April 2026.
Serangan yang menyasar kawasan padat penduduk tersebut dilaporkan melukai sedikitnya dua warga sipil dan memicu kebakaran hebat di beberapa titik.
Wali Kota Kharkiv, Ihor Terekhov, secara konsisten memperbarui situasi melalui kanal Telegram sepanjang hari hingga larut malam. Ia mengonfirmasi bahwa ledakan terjadi di empat distrik kota yang berbeda.
"Setidaknya terdapat 20 dampak hantaman dari pesawat nirawak yang terdeteksi di seluruh wilayah kota," ujar salah satu pejabat setempat dalam laporannya.
Lembaga penyiaran publik, Suspilne, melaporkan serangkaian ledakan baru masih terdengar di jantung kota setelah pukul 02.00 dini hari waktu setempat.
Ihor Terekhov merinci bahwa serangan pada Kamis malam menyebabkan kerusakan signifikan dan melukai dua orang, termasuk seorang anak perempuan berusia delapan tahun.
Visual yang dihimpun oleh Reuters Television menunjukkan perjuangan petugas pemadam kebakaran saat mencoba menjinakkan api di sebuah kediaman warga yang hancur akibat hantaman drone. Fasad bangunan tampak rusak berat, sementara interior apartemen hancur menjadi puing-puing.
Eskalasi di Zaporizhzhia dan Perbatasan
Situasi mencekam juga dilaporkan terjadi lebih jauh ke arah selatan. Gubernur regional Zaporizhzhia, Ivan Fedorov, menyatakan bahwa serangan udara Rusia telah merusak sebuah bangunan apartemen bertingkat serta sebuah unit bisnis lokal. Kendati demikian, otoritas setempat memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
Di sisi lain perbatasan, ketegangan turut meningkat di Wilayah Belgorod, Rusia. Gubernur Vyacheslav Gladkov mengonfirmasi bahwa 13 orang terluka akibat serangkaian serangan drone Ukraina, dengan mayoritas korban berada di desa Shebekino yang terletak tepat di garis perbatasan.
Sementara itu, di Ibu Kota Moskow, Wali Kota Sergei Sobyanin mengklaim melalui Telegram bahwa unit pertahanan udara Rusia berhasil menjatuhkan sebuah pesawat nirawak Ukraina yang mengarah ke Moskow selepas tengah malam. Dua unit drone lainnya dilaporkan telah dicegat lebih awal pada hari yang sama.
Intensitas serangan udara yang melibatkan teknologi nirawak ini menandai babak baru dalam eskalasi konflik di wilayah timur Ukraina, di mana infrastruktur sipil terus menjadi titik rentan di tengah peperangan yang berkepanjangan.
Editor: Redaksi TVRINews
