
foto: Ap News
Penulis: Fityan
TVRINews - WELLINGTON, Selandia Baru
Penembakan Mengerikan Guncang Porepunkah, Pelaku Buron, Pencarian Besar-besaran Terus Berlangsung.
Dua petugas polisi tewas dan satu lainnya luka parah setelah ditembak di sebuah properti di kota pedesaan Australia. Pelaku penembakan, yang identitasnya belum dirilis, masih buron hingga Selasa (26/8) waktu setempat.
Penembakan brutal ini terjadi pada Selasa pagi saat 10 petugas kepolisian melakukan kunjungan rutin ke sebuah properti di Porepunkah, sebuah kota kecil di Victoria yang dikenal dengan kebun anggur dan pemandangan alaminya. Setelah insiden, polisi mengimbau warga untuk tetap di dalam rumah dan menutup semua fasilitas publik, termasuk sekolah dan lapangan udara terdekat.
"Ini adalah pembunuhan kejam terhadap dua petugas polisi Victoria dan melukai satu lainnya secara serius," ujar Kevin Morton, Presiden Federasi Polisi Australia, dalam sebuah pernyataan yang dilansir oleh Associated Press (AP).
Layanan ambulans Victoria mengonfirmasi bahwa satu korban dengan luka serius di bagian bawah tubuh telah diterbangkan ke rumah sakit dan dalam kondisi stabil.
Media lokal melaporkan bahwa pencarian besar-besaran, melibatkan helikopter dan anjing pelacak, sedang berlangsung di sekitar Porepunkah untuk menemukan pelaku. Hingga saat ini, polisi belum merilis rincian lebih lanjut tentang alasan kunjungan mereka ke properti tersebut atau mengapa pelaku melakukan penembakan.
Penembakan fatal terhadap petugas polisi di Australia adalah kasus yang langka. Tragedi serupa terakhir terjadi pada tahun 2023 di Australia Selatan. Pada tahun 2022, dua petugas juga ditembak mati oleh ekstremis Kristen di Queensland, sebuah insiden yang memicu pengepungan selama enam jam.
Sejak tragedi pembantaian Port Arthur pada tahun 1996 yang menewaskan 35 orang, Australia telah menerapkan undang-undang senjata api yang sangat ketat, membuat kepemilikan senjata api menjadi sangat sulit.
Baca juga: Curah Hujan Tinggi, Sungai Meluap dan Rendam Permukiman Warga di Way Kanan
Editor: Redaksi TVRINews
