
Chief Investment Officer Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir di Washington DC sabtu 21 Februari 2026 (Foto: Setpres)
Penulis: Redaksi TVRINews
TVRINews-Washington DC
Fokus pada penguatan sistem hukum dan pasar modal menjadi kunci peningkatan kepercayaan investor internasional di Washington DC.
Pemerintah Indonesia mempertegas komitmennya dalam melakukan reformasi struktural di sektor pasar modal guna menarik minat pemodal asing.
Langkah strategis ini mendapat respons positif dari para pelaku usaha global saat bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto di Amerika Serikat.
Upaya membangun kepercayaan (confidence building) melalui penguatan sistem hukum menjadi poin krusial yang disoroti dalam pertemuan tersebut.
Para investor menilai kepastian hukum sebagai fondasi utama untuk iklim investasi yang berkelanjutan.
Prioritas Kepastian Hukum
Chief Investment Officer Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, mengungkapkan bahwa para investor sangat menghargai visi pemerintah terkait transparansi regulasi.
Menurutnya, kepastian hukum bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan instrumen utama dalam memitigasi risiko investasi jangka panjang.
"Para investor memberikan apresiasi tinggi terhadap komitmen Presiden mengenai penguatan dan kepastian sistem hukum di Indonesia," ujar Pandu Sjahrir di Washington DC, Sabtu 21 Februari 2026.
Pandu menambahkan bahwa reformasi di pasar modal kini tengah diakselerasi. Transformasi ini diharapkan mampu menciptakan stabilitas aliran modal yang lebih kuat ke dalam negeri.
Peran Strategis Danantara
Selain reformasi regulasi, pembentukan badan pengelola investasi Danantara turut menjadi daya tarik bagi komunitas keuangan internasional.
Institusi ini diproyeksikan menjadi jembatan antara modal global dan potensi domestik melalui skema kemitraan strategis.
Sejumlah investor global memandang Danantara memiliki posisi yang setara dengan sovereign wealth fund (SWF) terkemuka di dunia.
Hal ini membuka peluang bagi mereka untuk menjalin kolaborasi jangka panjang daripada sekadar penanaman modal jangka pendek.
"Banyak yang melihat Danantara sebagai mitra potensial. Mereka sudah terbiasa bekerja sama dengan institusi serupa di berbagai negara, sehingga ini menjadi langkah yang sangat disambut baik," pungkas Pandu.
Langkah diplomasi ekonomi ini diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia dalam peta investasi global, seiring dengan upaya pemerintah menjaga stabilitas ekonomi makro melalui institusi yang transparan dan akuntabel.
Editor: Redaktur TVRINews
