
Personel keamanan berjaga di luar masjid pasca ledakan mematikan tersebut [Foto: Farooq Naeem/AFP]
Penulis: Fityan
TVRINews - Islamabad
Puluhan Jemaah Tewas dalam Serangan Saat Salat Jumat di Tarlai Kalan
Ibu kota Pakistan, Islamabad, berduka setelah serangan bom bunuh diri mematikan melanda Masjid Khadija Tul Kubra di kawasan Tarlai Kalan pada Jumat 6 Februari b2026 siang waktu setempat.
Insiden tragis yang terjadi di tengah pelaksanaan ibadah salat Jumat tersebut dilaporkan telah merenggut sedikitnya 31 nyawa dan menyebabkan puluhan lainnya luka-luka.
Menurut keterangan Menteri Pertahanan Pakistan, Khawaja Asif, pelaku sempat dihadang oleh petugas keamanan masjid sebelum akhirnya melepaskan tembakan dan memicu ledakan di tengah kerumunan jemaah.
Asif juga memberikan indikasi awal bahwa pelaku memiliki jejak perjalanan lintas batas dari wilayah Afghanistan.
Pihak administrasi Islamabad melaporkan bahwa sebanyak 169 korban telah dievakuasi ke rumah sakit terdekat, termasuk Pakistan Institute of Medical Sciences (PIMS).
Kelompok ISIL (ISIS) melalui saluran komunikasi resminya telah menyatakan bertanggung jawab atas serangan yang menyasar minoritas Syiah di wilayah tersebut.
Kecaman Nasional dan Internasional
Wakil Perdana Menteri Pakistan, Ishaq Dar, mengutuk keras peristiwa ini dan menyebutnya sebagai tindakan pengecut yang mencederai prinsip-prinsip kemanusiaan serta nilai-nilai Islam.
“Menargetkan rumah ibadah dan warga sipil adalah kejahatan keji. Pakistan tetap teguh dan bersatu melawan segala bentuk terorisme,” tegas Dar dalam pernyataan resminya.
Senada dengan hal tersebut, Presiden Asif Ali Zardari dan Perdana Menteri Shehbaz Sharif menyampaikan rasa duka yang mendalam. Mereka menegaskan bahwa negara berdiri bersama keluarga korban di masa sulit ini.
Namun, kritik tajam datang dari tokoh senior Syiah Pakistan, Raja Abbas Nasir.
Ia menilai insiden ini bukan sekadar tragedi, melainkan bentuk kegagalan serius otoritas keamanan dalam melindungi nyawa warga negara.
Dunia Internasional Bereaksi
Duta Besar Inggris untuk Pakistan, Jane Marriott, mengungkapkan kemarahan dan kesedihannya atas serangan yang ia sebut "mengerikan" tersebut.
Delegasi Uni Eropa di Pakistan juga mengeluarkan pernyataan serupa, menyampaikan belasungkawa sembari mengutuk segala bentuk aksi teror.
Kawasan Islamabad dalam beberapa tahun terakhir telah menjadi sasaran serangan sporadis, termasuk ledakan di kompleks yudisial tahun lalu.
Tragedi di Tarlai Kalan ini kembali menambah catatan panjang tantangan keamanan yang dihadapi oleh pemerintah Pakistan dalam meredam sel-sel militansi di jantung ibu kota.
Hingga berita ini diturunkan, aparat keamanan masih melakukan penyisiran di lokasi kejadian guna mencari bukti tambahan dan memastikan keamanan di area sekitar masjid.
Editor: Redaktur TVRINews
