
Sri Mulyani Indrawati (Kiri) saat berbincang dengan Bill Gates. (Foto: Instagram/@smindrawati)
Penulis: Fityan
TVRINews-Seattle, Amerika Serikat
Mantan Menteri Keuangan Indonesia resmi bergabung dalam jajaran pimpinan yayasan filantropi global untuk memperkuat misi pertumbuhan ekonomi inklusif.
Yayasan filantropi global yang didirikan oleh miliarder Bill Gates resmi menunjuk ekonom terkemuka asal Indonesia, Sri Mulyani Indrawati, sebagai anggota Dewan Pengurus (Governing Board).
Penunjukan ini menandai langkah strategis organisasi dalam memperkuat tata kelola global dan pembangunan ekonomi berkelanjutan.
CEO Gates Foundation, Mark Suzman, menyatakan bahwa kehadiran Sri Mulyani membawa perspektif baru yang krusial bagi misi yayasan.
Sebagai mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia dan Menteri Keuangan perempuan pertama di Indonesia, rekam jejaknya dalam reformasi institusional dinilai selaras dengan target jangka panjang yayasan.
"Pengalaman beliau yang luar biasa dalam kebijakan ekonomi dan pembangunan akan memberikan perspektif berharga bagi tata kelola dan misi yayasan," ungkap Suzman melalui laman resmi Gates Foundation Selasa 13 januari 2026.
Fokus Pemulihan dan Kesejahteraan Global
Bergabungnya Sri Mulyani terjadi saat Gates Foundation sedang mengakselerasi komitmen pendanaan besar-besaran untuk dua dekade mendatang. Fokus utama yayasan saat ini mencakup tiga pilar besar:
- • Penurunan angka kematian ibu dan bayi.
- • Pemberantasan penyakit menular mematikan.
- • Pengentasan kemiskinan menuju kemakmuran inklusif.
Suzman menegaskan bahwa kepemimpinan Sri Mulyani diharapkan mampu mengoptimalkan sumber daya yayasan dalam menciptakan peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat global yang paling rentan.
Jajaran Pengurus Tingkat Tinggi
Di dalam struktur dewan, Sri Mulyani akan bekerja berdampingan dengan tokoh-tokoh berpengaruh dunia lainnya.
Anggota dewan tersebut meliputi Bill Gates, Ashish Dhawan, Dr. Helene Gayle, Strive Masiyiwa, Thomas J. Tierney, dan Mark Suzman.
Sementara itu, salah satu anggota dewan lainnya, Baroness Nemat (Minouche) Shafik, dilaporkan sedang mengambil masa cuti dari yayasan untuk menjalankan mandat sebagai kepala penasihat ekonomi bagi Perdana Menteri Inggris, Sir Keir Starmer.
Editor: Redaktur TVRINews
