TVRINews, Singapura
Indonesia kembali menorehkan prestasi di tingkat global dengan meraih peringkat kedua sebagai Muslim-Friendly Destination of the Year dalam ajang Global Muslim Travel Index (GMTI) Awards 2026.
Mewakili Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, Sekretaris Kementerian Pariwisata Bayu Aji menerima penghargaan tersebut di Balestier Ballroom, Aloft Singapore Novena, Singapura.
Bayu Aji mengatakan pencapaian tersebut semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu destinasi wisata ramah Muslim yang kompetitif di dunia.
“Pada pemeringkatan tahun ini, Indonesia berhasil naik tiga peringkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di posisi kelima pada 2025,” ujar Bayu Aji dalam keterangan tertulis yang diterima oleh tvrinews.com, Sabtu, 20 Juni 2026.
GMTI menggunakan kerangka penilaian ACES (Access, Communication, Environment, and Services) yang mencakup 17 indikator.
Pada aspek Access, penilaian meliputi konektivitas, kemudahan persyaratan visa, dan infrastruktur transportasi. Aspek Communication mencakup kemampuan bahasa, promosi destinasi, serta tingkat kesadaran pemangku kepentingan terhadap wisata ramah Muslim.
Sementara itu, aspek Environment menilai utilitas dasar, keamanan, keberlanjutan, dan berbagai faktor pendukung lainnya.
Adapun aspek Services mencakup ketersediaan tempat ibadah atau masjid, pilihan makanan halal, fasilitas ramah Muslim di bandara, akomodasi yang mendukung kebutuhan wisatawan Muslim, hingga pengalaman wisata berbasis warisan budaya Islam.
Secara keseluruhan, Indonesia memperoleh skor 79, yang menjadi capaian tertinggi sepanjang keikutsertaan Indonesia dalam pemeringkatan GMTI.
Peningkatan tersebut mencerminkan konsistensi Indonesia dalam membangun ekosistem pariwisata ramah Muslim yang semakin berkualitas, inklusif, dan berdaya saing global.
Capaian itu didukung berbagai program yang telah dijalankan Kementerian Pariwisata, antara lain penguatan sertifikasi halal bagi produk usaha mikro dan kecil di desa wisata, pengembangan 15 destinasi pariwisata ramah Muslim melalui Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) 2025 bekerja sama dengan Bank Indonesia, penguatan promosi destinasi melalui platform Indonesia.travel, penyusunan pedoman layanan dasar pariwisata ramah Muslim, serta penyusunan petunjuk teknis pengembangan destinasi wisata ramah Muslim.
Bayu Aji optimistis Indonesia dapat terus meningkatkan kualitas layanan dan daya saing sehingga mampu kembali menempati posisi puncak pada pemeringkatan GMTI mendatang.
“Kami optimistis dapat kembali meraih posisi sebagai Muslim-Friendly Destination of the Year pada tahun depan,” ucap Bayu Aji.
Prestasi tersebut diharapkan menjadi dorongan bagi seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat kolaborasi dalam menghadirkan destinasi yang nyaman, inklusif, dan berkualitas bagi wisatawan Muslim dari berbagai negara, sekaligus memperkuat daya saing pariwisata Indonesia di pasar global.










