
Seorang wanita Iran berdiri di depan rumahnya yang hancur akibat serangan di Teheran, Iran, pada Jumat, 6 Maret 2026. (Foto: UPI/Hossein Esmaeil)
Penulis: Fityan
TVRINews – Teheran
Militer Israel targetkan titik vital Iran pada Sabtu dini hari, ketegangan meningkat drastis.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara tegas menyatakan hanya akan menerima "penyerahan diri tanpa syarat" dari Teheran, di tengah gelombang serangan udara besar-besaran yang dilancarkan Israel ke wilayah Iran dan Lebanon.
Pernyataan keras tersebut disampaikan Trump melalui media sosial pada Jumat 6 Maret 2026 waktu setempat, hanya berselang beberapa jam setelah Presiden Iran mengonfirmasi adanya upaya mediasi dari sejumlah negara yang tidak disebutkan namanya.
Langkah diplomatik ini sempat memberikan secercah harapan bagi deeskalasi, sebelum akhirnya dipatahkan oleh retorika terbaru dari Washington.
Surge Kekuatan Militer AS dan Operasi Israel
Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, memberikan sinyal kuat bahwa tekanan militer terhadap Iran akan meningkat secara signifikan. "Kekuatan tempur AS akan segera melonjak secara drastis," ujar Hegseth dalam keterangannya.
Di saat yang sama, militer Israel mengonfirmasi peralihan operasi ke fase baru yang lebih ofensif. Pada Sabtu 7 Maret 2026 dini hari waktu setempat, gelombang serangan udara menyasar titik-titik vital di Teheran.
Kantor Berita Tasnim melaporkan bahwa Bandara Mehrabad menjadi salah satu target yang terkena dampak serangan.
Militer Israel mengeklaim telah mengerahkan sedikitnya 50 jet tempur untuk menghancurkan bunker kepemimpinan Iran yang terletak di bawah reruntuhan kompleks mendiang pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.
Berdasarkan data internal militer, mereka mengeklaim telah melumpuhkan 80% sistem pertahanan udara Iran dan 60% peluncur rudal dalam tujuh hari terakhir.
Perang yang kian meluas kini merambah ke negara-negara tetangga. Uni Emirat Arab, Kuwait, Qatar, Bahrain, dan Arab Saudi melaporkan adanya serangan drone serta rudal baru di wilayah mereka.
Di Lebanon, situasi kian mencekam setelah Israel menggempur Beirut pasca-perintah evakuasi massal di pinggiran selatan kota tersebut.
Dampak kemanusiaan dari konflik ini dilaporkan sangat masif:
• Iran: Dubes Iran untuk PBB, Amir Saeid Iravani, mencatat sedikitnya 1.332 orang tewas sejak serangan dimulai pada 28 Februari.
• Lebanon: Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan 123 korban jiwa, dengan sekitar 300.000 warga sipil terpaksa mengungsi.
• Kerugian Pihak Lain: Serangan balasan Iran dilaporkan menewaskan 11 orang di Israel dan sedikitnya enam personel militer AS.
Reaksi Global dan Ekonomi
Ketegangan ini memicu guncangan pada pasar finansial global. Indeks saham di Eropa dan AS mengalami koreksi tajam pada penutupan Jumat, akibat kekhawatiran pasar terhadap kebuntuan diplomasi pasca-tuntutan penyerahan diri dari Trump.
Harga minyak dunia pun melonjak ke level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir seiring dengan penutupan jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz.
Terkait masa depan kepemimpinan Teheran, Trump menegaskan keterlibatan AS dalam menentukan pemimpin tertinggi baru Iran nantinya.
Namun, pernyataan ini langsung dibalas oleh Dubes Iravani yang menegaskan bahwa kepemimpinan masa depan Iran akan dipilih "tanpa campur tangan asing sedikit pun."
Editor: Redaksi TVRINews
