
Pasukan penjaga perdamaian PBB berpatroli di perbatasan de facto antara Lebanon dan Israel, bekerja sama dengan tentara Lebanon (Foto: BBC News)
Penulis: Fityan
TVRINews, Jakarta
Kedubes Palestina di Jakarta sampaikan belasungkawa mendalam atas tragedi yang menimpa pasukan perdamaian di Lebanon.
Kedutaan Besar Negara Palestina di Jakarta menyampaikan pernyataan resmi terkait gugurnya tiga prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) saat menjalankan misi perdamaian di Lebanon.
Dalam keterangan tertulisnya, pihak Kedutaan menyatakan rasa duka cita yang mendalam kepada Presiden, jajaran pemerintah, serta seluruh rakyat Indonesia.
Insiden ini terjadi di tengah eskalasi serangan udara masif oleh militer Israel di wilayah Lebanon Selatan. Markas pasukan perdamaian PBB (UNIFIL), yang menjadi lokasi penugasan personel Indonesia, turut menjadi sasaran dalam rangkaian operasi militer tersebut.
"Kedutaan Besar Negara Palestina untuk Indonesia mengecam keras serangan udara terhadap markas pasukan perdamaian Indonesia yang dilakukan oleh penjajah Israel.
Serangan ini mengakibatkan gugurnya tiga pahlawan mulia yang menjadi kebanggaan kami dan seluruh masyarakat merdeka di dunia," tulis pernyataan resmi Kedutaan Besar Palestina, Kamis 2 April 2026.
Pernyataan tersebut juga menekankan solidaritas yang kuat antara kedua bangsa. Pihak Palestina memandang pengorbanan prajurit TNI sebagai bukti nyata dari peran kemanusiaan Indonesia yang sangat terhormat di kancah global.
"Pengorbanannya akan selalu dikenang sebagai bentuk penghormatan. Kami menegaskan bahwa kita adalah satu bangsa, dan kekuatan kami terletak pada kebersamaan dalam membela tujuan bersama serta menegakkan keadilan," lanjut rilis tersebut.
Selain ungkapan duka, Kedubes Palestina juga menyampaikan doa serta dukungan moral bagi keluarga korban agar diberikan ketabahan dalam menghadapi masa sulit ini.
Pesan solidaritas serupa juga mengalir dari Ramallah sebagai bentuk penghormatan kepada para syuhada yang gugur demi perdamaian dunia.
Klaim Sepihak dan Desakan Penyelidikan
Di sisi lain, Israel mengklaim bahwa operasi militernya di Lebanon merupakan langkah defensif untuk menetralisir ancaman roket dari kelompok Hizbullah.
Terkait insiden yang menimpa UNIFIL, pihak Israel di forum PBB berdalih bahwa tewasnya prajurit TNI disebabkan oleh kegagalan teknis persenjataan dari pihak Hizbullah yang berada di sekitar lokasi.
Namun, Pemerintah Republik Indonesia menolak keras narasi sepihak tersebut. Jakarta secara tegas mendesak adanya penyelidikan independen yang transparan untuk mengungkap fakta lapangan secara objektif, serta menuntut pertanggungjawaban hukum internasional atas serangan yang menargetkan personel penjaga perdamaian.
Editor: Redaksi TVRINews
