
dok. OpenAI
Penulis: Redaksi TVRINews
TVRINews, Jakarta
Tiga raksasa teknologi, OpenAI, Oracle, dan SoftBank, mengumumkan rencana pembangunan lima pusat data kecerdasan buatan (AI) baru di Amerika Serikat. Langkah ini merupakan bagian dari pengembangan proyek ambisius bernama Stargate dengan nilai investasi mencapai US$500 miliar atau sekitar Rp8.300 triliun.
Presiden AS Donald Trump pada Januari lalu telah mengundang para CEO perusahaan teknologi terkemuka untuk meluncurkan Stargate. Proyek ini digadang-gadang sebagai inisiatif sektor swasta terbesar dalam membangun infrastruktur AI di dunia.
Menurut OpenAI, investasi sekitar US$400 miliar akan digelontorkan dalam tiga tahun pertama. Stargate ditargetkan memiliki kapasitas pusat data hingga 10 gigawatt ketika seluruh tahap selesai.
Beberapa lokasi yang disiapkan antara lain Lordstown, Ohio, dan Milam County, Texas, selain perluasan pusat data Oracle–OpenAI di Abilene, Texas. Proyek lain yang masih berlangsung bersama CoreWeave juga masuk ke dalam jaringan Stargate, dengan total kapasitas mendekati 7 gigawatt.
“AI hanya dapat mencapai potensinya jika kita membangun komputasi dengan skala yang cukup besar untuk mendukungnya,” kata CEO OpenAI Sam Altman yang diterima dari Reuters, Rabu, 24 September 2025.
Proyek ini diperkirakan menciptakan sekitar 25.000 lapangan kerja di berbagai lokasi pembangunan. Kehadirannya diumumkan tidak lama setelah Nvidia mengungkapkan rencana investasi hingga 100 miliar dolar AS di OpenAI, termasuk penyediaan chip pusat data.
Untuk mendukung pendanaan, OpenAI bersama mitranya berencana menggunakan pembiayaan utang untuk menyewa chip yang dibutuhkan. Microsoft, salah satu pendukung utama OpenAI, juga terus menanamkan modal dalam pembangunan pusat data untuk memperkuat layanan AI generatif seperti ChatGPT dan Copilot.
Peran strategis AI di sektor pertahanan, serta kompetisi ketat dengan Tiongkok, menjadikan teknologi ini salah satu prioritas utama pemerintahan Trump maupun perusahaan teknologi global.
Editor: Redaktur TVRINews
