
Foto: REUTERS
Penulis: Redaksi TVRINews
TVRINews, Iran
Tembakan roket menerangi langit malam di atas Yerusalem saat Iran menembakkan rudal balistik ke Israel sebagai balasan atas serangan Israel terhadap sekutu mereka pejuang Lebanon Hizbullah.
Alarm peringatan menggema di seluruh Israel, dan suara ledakan terdengar di Yerusalem dan Lembah Sungai Yordan, sementara warga Israel bergegas menuju tempat perlindungan.
Korps Garda Revolusi Iran menyatakan, pasukannya menggunakan rudal hipersonik Fattah untuk pertama kalinya, dan 90 persen berhasil mengenai sasaran di Israel.
Pada awal pertemuan keamanan Israel di Tel Aviv, Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu menyatakan bahwa serangan rudal Iran ke Israel gagal dan bersumpah akan membalasnya.
Netanyahu menyebut Iran membuat kesalahan besar dan akan membayarnya.
Israel menyatakan, lebih dari 180 rudal diluncurkan Iran ke Israel, dan pertahanan rudal Israel telah diaktifkan untuk mencegatnya.
Sementara itu, Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) Pentagon menyatakan bahwa kapal perang angkatan laut mereka menembakkan belasan pencegat rudal untuk menghentikan rudal Iran yang menuju ke Israel.
Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran, Mayjen Mohammad Bagheri, mengancam akan mengulangi serangan ke Israel dan menargetkan infrastrukturnya.
Berbicara di televisi pemerintah, Bagheri menyatakan bahwa operasi tersebut akan diulang "beberapa kali lebih kuat" jika Israel membalas serangan rudal Iran pada Selasa malam.
Baca Juga: Tim Penyelamat Rusia Berhasil Selamatkan Paus yang Terdampar di Kamchatka
Editor: Redaktur TVRINews
