
Foto: Ilustrasi TikTok. (REUTERS/Dado Ruvic/Illustration/File Photo)
Penulis: Redaksi TVRINews
TVRINews, Amerika Serikat
Aplikasi TikTok berhenti berfungsi di Amerika Serikat. Selain itu, aplikasi yang dimiliki oleh perusahaan asal China, ByteDance, ini juga menghilang dari AppStore dan PlayStore pada Sabtu malam, 18 Januari 2025.
TikTok mengonfirmasi kepada pengguna bahwa pada pukul 10.45 malam waktu setempat, aplikasi tidak lagi dapat diakses di AS.
"Undang-undang yang melarang TikTok telah diberlakukan di AS. Itu berarti Anda tidak dapat menggunakannya untuk saat ini," ujar TikTok dalam keterangannya yang dilansir oleh Reuters.
Selain TikTok, aplikasi-aplikasi lain yang dimiliki ByteDance, seperti Capcut dan Lemon8, juga telah dihapus dari kedua platform tersebut.
Namun, belum ada kejelasan mengenai apakah pengguna di AS masih bisa mengakses aplikasi-aplikasi tersebut melalui web atau cara lainnya.
Yang jelas, TikTok tak lagi berfungsi bagi banyak pengguna yang mencoba mengaksesnya melalui aplikasi web.
Pemblokiran TikTok ini terjadi setelah Mahkamah Agung AS pada Jumat, 17 Januari 2025, menolak banding yang diajukan oleh TikTok dan memutuskan untuk tetap melarang platform tersebut di AS.
Putusan ini didasarkan pada kekhawatiran soal masalah keamanan nasional, dengan asumsi bahwa TikTok bisa digunakan oleh pemerintah China untuk memata-matai warga AS atau memengaruhi publik lewat konten-konten tertentu.
AS mengkhawatirkan bahwa undang-undang keamanan China mewajibkan perusahaan-perusahaan seperti TikTok untuk bekerja sama dalam pengumpulan informasi intelijen.
Namun, kabar baik datang bagi TikTok setelah Presiden AS terpilih, Donald Trump, menyatakan bahwa pemerintahannya kemungkinan akan memberikan penangguhan terhadap larangan TikTok selama 90 hari setelah ia menjabat pada hari Senin, 20 Januari 2025.
"Perpanjangan 90 hari adalah sesuatu yang kemungkinan besar akan dilakukan, karena itu tepat. Saya mungkin akan mengumumkannya pada Senin," ujar Trump, yang memberikan harapan baru bagi TikTok.
Menanggapi hal ini, TikTok menyatakan, pihaknya beruntung bahwa Presiden Trump telah memberi kode bahwa ia akan bekerja sama dengannya
"Kami beruntung bahwa Presiden Trump telah memberi kode bahwa ia akan bekerja sama dengan kami untuk menemukan solusi guna mengaktifkan kembali TikTok setelah ia menjabat,” ucapnya
Meskipun masa depan TikTok di AS masih belum pasti, penangguhan larangan yang diajukan Trump memberikan sedikit harapan bagi pengguna yang selama ini tergantung pada platform tersebut.
Namun, ketegangan terkait keamanan nasional dan hubungan antara AS dan China tetap menjadi isu utama dalam perdebatan mengenai TikTok di Amerika Serikat.
Editor: Redaktur TVRINews
