
Foto: The Guardian
Penulis: Fityan
TVRINews - AS
Tesla alami penurunan penjualan dan reputasi setelah Elon Musk bergabung dengan pemerintahan Trump
Tesla, perusahaan mobil listrik yang pernah menjadi pemimpin pasar, kini mengalami penurunan penjualan dan reputasi yang signifikan. Menurut profesor pemasaran Scott Galloway, kepada The Guardian, keterlibatan Elon Musk dengan pemerintahan Trump sebagai kepala Departemen Efisiensi Pemerintahan (DOGE) telah menyebabkan "kerusakan merek terbesar" dalam sejarah perusahaan.
Penjualan Tesla menurun drastis di beberapa negara, termasuk Perancis dengan penurunan 59%, Swedia 81%, Belanda 74%, Denmark 66%, Swiss 50%, dan Portugal 33%. Selain itu, reputasi Tesla juga merosot dari peringkat ke-8 sebagai merek paling terhormat di dunia pada 2021 menjadi peringkat ke-95.
Baca Juga: Tentara India Tembak Pakistan yang Melintasi Perbatasan
Galloway menyatakan bahwa keputusan Musk untuk bergabung dengan pemerintahan Trump telah "menjauhkan diri dari demografi intinya" karena sekutu Trump tidak tertarik dengan kendaraan listrik. Selain itu, meddling Musk di Eropa, terutama pada platform X yang dimilikinya, telah membuat banyak pelanggan potensial tidak tertarik.
Akibatnya, BYD, pesaing Tesla dari China, berhasil menjual lebih banyak mobil listrik di Eropa untuk pertama kalinya pada bulan April. Penurunan penjualan dan reputasi Tesla ini menimbulkan pertanyaan tentang strategi bisnis Musk dan bagaimana perusahaan akan memulihkan diri dari krisis ini.
Editor: Redaktur TVRINews
