
Dok. Reuters via Central Industrial Security Force
Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, India
Lebih dari 200 orang tewas ketika sebuah pesawat Air India tujuan London yang mengangkut 242 orang jatuh beberapa menit setelah lepas landas dari kota Ahmedabad di India bagian barat pada hari Kamis, 12 Juni 2025.
Insiden ini menjadi bencana penerbangan terburuk di dunia dalam satu dekade terakhir. Setidaknya satu orang diketahui selamat, menurut kepolisian, dan pria tersebut menceritakan kepada media India bahwa ia mendengar suara ledakan keras tak lama setelah pesawat lepas landas.
Pesawat tersebut jatuh di area permukiman, tepatnya menimpa asrama mahasiswa di sebuah perguruan tinggi kedokteran yang terletak di luar kawasan bandara, saat jam makan siang. Pesawat itu seharusnya menuju Bandara Gatwick, di selatan ibu kota Inggris.
Kepala Kepolisian Kota G.S. Malik mengatakan kepada Reuters bahwa 204 jenazah telah ditemukan di lokasi kecelakaan.
Vidhi Chaudhary, pejabat kepolisian lainnya, menyatakan bahwa satu penumpang ditemukan selamat di kursi 11A, dan menambahkan bahwa kemungkinan masih ada korban selamat lainnya yang sedang dirawat di rumah sakit.
“Sekitar tiga puluh detik setelah lepas landas, terdengar suara keras lalu pesawat langsung jatuh. Semuanya terjadi begitu cepat,” ujar Ramesh Viswashkumar (40 tahun) yang menampilkan kartu naik pesawat atas nama tersebut di kursi 11A, dlansir tvrinews.com dari Reuters, Kamis, 12 Juni 2025.
“Ketika aku bangun, mayat-mayat berserakan di sekitarku. Aku ketakutan. Aku berdiri dan langsung lari. Puing-puing pesawat ada di mana-mana. Seseorang memegangi aku, memasukkanku ke dalam ambulans, dan membawaku ke rumah sakit,” ucapnya menambahkan.
Ia juga mengatakan bahwa saudaranya, Ajay, duduk di baris yang berbeda di dalam pesawat.
“Dia bepergian bersamaku dan sekarang aku tidak bisa menemukannya. Tolong bantu aku mencarinya,” katanya dengan suara memohon.
Kepala Polisi Malik mengatakan bahwa jenazah yang ditemukan kemungkinan termasuk penumpang maupun warga di darat.
Menteri federal C.R. Patil menyatakan bahwa korban tewas juga mencakup Vijay Rupani, mantan Ketua Menteri Negara Bagian Gujarat, di mana Ahmedabad adalah ibu kotanya.
“Masih ada kemungkinan korban selamat di antara mereka yang saat ini dirawat di rumah sakit. Namun, jumlah korban tewas juga mungkin akan bertambah. Lebih dari 50 orang terluka dan sedang dirawat di rumah sakit,” katanya.
Para kerabat diminta untuk memberikan sampel DNA guna mengidentifikasi jenazah, ujar Sekretaris Kesehatan Negara Bagian, Dhananjay Dwivedi, kepada para wartawan.
“Asrama mahasiswa, kompleks pegawai, dan area permukiman lain di Rumah Sakit Sipil Ahmedabad berada di wilayah tempat pesawat jatuh. Warga di wilayah tersebut juga turut menjadi korban luka-luka,” tuturnya.
Baca Juga: Kecelakaan Pesawat Air India, Penumpang Selamat Ditemukan di Kursi 11A
Editor: Redaktur TVRINews
