Penulis: Fityan
TVRINews, MANILA
Pertaruhan besar antara dua dinasti politik: hasil pemilu bisa jadi kunci bagi Marcos untuk menjegal Sara Duterte di 2028
Sekitar 68 juta warga Filipina hari ini turun ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk memilih dalam pemilu paruh waktu yang disebut-sebut sebagai titik krusial dalam pertarungan politik antara Presiden Ferdinand “Bongbong” Marcos Jr dan Wakil Presiden Sara Duterte.
Persaingan ini tidak hanya soal kursi, tetapi juga soal masa depan politik dua nama besar dalam sejarah modern Filipina. Taruhan tertinggi ada pada perebutan kursi Senat, yang kini menjadi arena benturan antara kandidat-kandidat yang didukung oleh Marcos dan mereka yang diusung oleh Sara Duterte, putri mantan Presiden kontroversial Rodrigo Duterte.
Jika kubu Marcos berhasil merebut lebih banyak kursi di Senat, analis kepada BBC News menyebut peluang untuk memakzulkan Sara Duterte atas dugaan penyalahgunaan anggaran negara akan semakin terbuka lebar. Jika itu terjadi, Sara bisa terhalang maju dalam pilpres 2028, sebuah langkah yang diyakini sangat diinginkan oleh istana.
Namun, bukan hanya Senat yang diperebutkan. Para pemilih hari ini juga menentukan nasib 317 anggota Kongres, ratusan gubernur, wali kota, dan anggota dewan kota. Lebih dari 18.000 jabatan publik sedang diperebutkan dalam pemilu ini.
Sementara itu, nama Rodrigo Duterte kembali mencuat, kali ini dalam usaha comeback sebagai Wali Kota Davao, kota yang pernah dipimpinnya selama 22 tahun sebelum menjadi Presiden. Ia maju berpasangan dengan putranya, Sebastian Duterte, yang saat ini masih menjabat sebagai wali kota.
Terlepas dari panasnya suhu politik nasional, suasana di TPS di berbagai penjuru negeri tetap berlangsung tertib dan antusias. Di ibu kota Manila, pemungutan suara sudah dimulai sejak pukul 07.00 waktu setempat. Hasil tidak resmi diperkirakan mulai terlihat beberapa jam setelah TPS ditutup.
Meski rivalitas Marcos-Duterte mendominasi pemberitaan, banyak pemilih justru mengatakan mereka lebih mempertimbangkan figur yang populer dan dikenal, bukan isu ideologi atau loyalitas keluarga politik. Kampanye bergaya "showbiz" dengan janji-janji bombastis membuat isu ekonomi seperti inflasi dan pengangguran justru tersisih dari perdebatan publik.
Warga Filipina memang dikenal sebagai pemilih yang antusias, meski sering kali kecewa dengan hasil. Namun, bagi mereka, politik juga sebuah hiburan, dan pesta demokrasi ini tetap mereka nikmati walau dengan ekspektasi yang realistis.
Baca Juga: Zarco Juara GP Prancis
Editor: Redaktur TVRINews
