
Foto: Tangkapan Layar X @Timesofiran
Penulis: Intan Kw
TVRINews, Tehran
Amerika Serikat (AS) dan Israel terus melancarkan serangan terhadap Iran dengan menargetkan sejumlah depot penyimpanan minyak.
Sedikitnya empat pengemudi truk tangki dilaporkan tewas dalam serangan terhadap fasilitas minyak Iran di Tehran dan Provinsi Alborz.

(Foto: Tangkapan Layar X @Timesofiran)
"Empat personel kami, termasuk dua pengemudi truk tangki minyak, tewas dalam insiden tersebut," kata CEO Perusahaan Distribusi Produk Minyak Nasional Iran, Keramat Veyskarami, dilansir dari AFP, Minggu, 8 Maret 2026.
Meski terjadi serangan, pihak berwenang menyatakan bahwa “tidak ada kekurangan dalam distribusi bahan bakar”.
Usai serangan tersebut, asap kebakaran terlihat menyelimuti ibu kota Iran sepanjang malam dan menciptakan kabut gelap yang menutupi sebagian wilayah kota saat pagi hari.

(Tangkapan Layar X @IranNewsAgency)
Sementara itu, Bulan Sabit Merah Iran memperingatkan warga sipil untuk meningkatkan kewaspadaan. Lembaga tersebut menyebut hujan yang turun setelah ledakan tangki bahan bakar berpotensi mengandung zat berbahaya.
Hujan yang tercemar bahan kimia tersebut dapat menyebabkan luka bakar kimia pada kulit hingga kerusakan paru-paru.
Melalui unggahan di Telegram, Bulan Sabit Merah Iran juga mengimbau masyarakat untuk mengambil sejumlah langkah pencegahan.
Warga diminta untuk tidak keluar rumah apabila hujan turun setelah ledakan terjadi. Jika berada di luar ruangan, masyarakat disarankan segera mencari perlindungan di bawah atap beton atau logam serta menghindari berlindung di bawah pohon.
Apabila air hujan mengenai kulit, warga diimbau untuk tidak menggosok area yang terkena dan segera membilasnya dengan aliran air dingin secara terus-menerus.
Selain itu, masyarakat juga diminta untuk segera mengganti pakaian yang basah terkena hujan dan memasukkannya ke dalam kantong tertutup rapat.
Editor: Redaksi TVRINews
