Penulis: Fityan
TVRINews – Texas,Amerika Serikat
"Tragedi di Hill Country disebut sebagai bencana massal; ratusan anak dievakuasi, namun pencarian korban terus berlanjut di tengah kehancuran total"
Tragedi dahsyat melanda kawasan Hill Country, Texas Tengah, setelah banjir bandang menghantam wilayah itu secara tiba-tiba, menyebabkan sedikitnya 47 orang tewas dan lebih dari dua lusin orang masih dinyatakan hilang, sebagian besar dari mereka adalah anak-anak yang tengah mengikuti kegiatan di Camp Mystic, sebuah perkemahan musim panas untuk anak perempuan di Kerr County.
Menurut Sheriff Kerr County Larry Leitha, dari 47 korban meninggal dunia, 28 adalah orang dewasa dan 15 anak-anak, dengan 17 korban masih belum teridentifikasi. “Kami sedang menghadapi peristiwa bencana massal yang belum pernah kami alami sebelumnya,” kata Leitha dalam konferensi pers pada Sabtu malam (5/7).
Lebih dari 27 anak dilaporkan hilang dari Camp Mystic, tempat sekitar 750 anak berkegiatan saat banjir menerjang, ujar Dalton Rice, manajer kota Kerrville.
Empat korban jiwa lainnya dikonfirmasi di Travis County, termasuk kota Austin, menurut juru bicara daerah Hector Nieto.
Evakuasi Masif dan Upaya Penyelamatan :
Pihak berwenang menyatakan telah melakukan lebih dari 160 penyelamatan udara, serta mengevakuasi 850 orang yang selamat dan 8 orang luka-luka. Gubernur Texas Greg Abbott mengatakan dalam konferensi pers bahwa banyak korban yang berhasil selamat setelah berpegangan di pohon selama berjam-jam sebelum diselamatkan oleh helikopter.
"Kami menyelamatkan orang dari kamp-kamp ini ratusan orang sepanjang hari," ujar Rice. “Beberapa masih berlindung di tempat aman, dan kami pastikan mereka mendapat pasokan makanan dan air."
Pemerintah federal melalui Presiden Donald Trump telah menyetujui deklarasi bencana untuk mempercepat bantuan ke wilayah terdampak. Menteri Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem menyatakan bahwa Penjaga Pantai AS telah menyelamatkan atau membantu penyelamatan 223 jiwa.
Tragedi Tanpa Peringatan: Sungai Guadalupe Naik 26 Kaki dalam 45 Menit :
Banjir bandang terjadi sangat cepat dan tanpa peringatan memadai. “Kami tahu akan ada hujan, kami tahu sungai bisa naik, tapi tidak ada yang memprediksi ini,” kata Rob Kelly, Hakim Kerr County, yang turut kehilangan harta bendanya dalam bencana ini.
Sungai Guadalupe di daerah Hunt mencatat ketinggian air tertinggi kedua dalam sejarah, bahkan melampaui banjir besar tahun 1987, menurut National Weather Service. Dalam waktu hanya beberapa menit, ketinggian air naik dari 7 kaki menjadi 29 kaki, akibat hujan ekstrem di hulu sungai.
“Kami tidak memiliki sistem peringatan dini. Ini benar-benar menghantam kami tanpa ampun,” ujar Kelly, seraya menambahkan bahwa akses jalan utama rusak total, menghambat bantuan masuk ke lokasi kamp.
Kamp Anak Perempuan Camp Mystic Dihantam Paling Parah :
Camp Mystic, kamp musim panas khusus anak perempuan, mengalami kerusakan total. "Kami tidak punya listrik, tidak ada air, tidak ada Wi-Fi, dan jalan utama telah hanyut," bunyi pernyataan kamp yang dibacakan oleh Wakil Gubernur Dan Patrick.
Beberapa anak yang hilang telah diidentifikasi, termasuk Hadley Hanna (8) dan Eloise Peck (9) dari Dallas. Salah satu dari mereka, Lila Bonner (9), telah dikonfirmasi meninggal dunia, menurut keluarga kepada CBS Texas.
Texas Rep. August Pfluger mengungkapkan bahwa dua dari tiga anaknya berhasil dievakuasi dari Camp Mystic. "Kami berduka bersama keluarga yang kehilangan, dan berharap untuk keajaiban bagi yang masih hilang," tulisnya di platform X.
Upaya Pencarian Masih Berlangsung :
Pemerintah Texas telah mengerahkan lebih dari 100 polisi negara bagian, serta helikopter, perahu penyelamat, kendaraan amfibi, dan penyelam profesional. Gubernur Abbott menegaskan bahwa semua sumber daya negara akan dikerahkan. “Kami tidak akan berhenti sampai semua korban ditemukan dan diselamatkan.”
Sementara itu, ratusan relawan dan aparat masih menyisir puing-puing, pohon tumbang, dan aliran sungai dalam operasi pencarian yang masih terus berlangsung hingga Minggu pagi (6/7).
Editor : Redaksi TVRINews
Editor: Redaksi TVRINews
