
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump saat Berbicara kepada awak media di Oval Office (Foto: BBC News)
Penulis: Fityan
TVRINews – Washington DC
Presiden AS menekankan pendekatan bertahap terhadap Iran di tengah meningkatnya ketegangan maritim di Selat Hormuz
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengonfirmasi bahwa kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon resmi diperpanjang selama tiga minggu.
Keputusan ini diambil menyusul serangkaian negosiasi intensif yang berlangsung di Gedung Putih Rabu 23 April 2026.
Meskipun perpanjangan ini memberikan ruang napas diplomatik, para analis kebijakan luar negeri menilai ambisi perdamaian jangka panjang masih menghadapi tantangan besar.
Washington diprediksi perlu memberikan dukungan logistik dan politik yang jauh lebih masif guna mencapai target pelucutan senjata kelompok Hizbullah di Lebanon Selatan.
Diplomasi Tekanan Tinggi
Dalam wawancara eksklusif bersama media, Trump menyatakan optimismenya terhadap efektivitas kebijakan luar negeri yang ia jalankan, termasuk sikap kerasnya terhadap Teheran.

(Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (Foto: BBC News)
"Apa pun yang saya lakukan, tampaknya membuahkan hasil yang sangat baik," ujar Trump saat menanggapi pertanyaan mengenai ancamannya terhadap keberlangsungan stabilitas Iran.
Meski demikian, Trump menegaskan tidak akan gegabah dalam merumuskan kesepakatan baru dengan Republik Islam tersebut.
Berbicara kepada awak media di Oval Office, ia menyatakan, "Saya tidak ingin terburu-buru," terkait negosiasi nuklir atau kesepakatan ekonomi dengan Iran.
Eskalasi di Selat Hormuz
Ketegangan di lapangan tetap tinggi. Militer Amerika Serikat melaporkan bahwa pasukan mereka telah menaiki sebuah kapal yang membawa minyak Iran di Samudra Hindia.
Trump mengeklaim bahwa saat ini Amerika Serikat memiliki "kendali total" atas Selat Hormuz, jalur distribusi energi paling krusial di dunia.
Di sisi lain, Teheran menepis narasi adanya perpecahan di internal pemerintahan mereka. Para petinggi Iran menegaskan adanya "persatuan baja" sebagai respons atas pernyataan Trump yang menyebut kepemimpinan Iran sedang dilanda konflik internal.
Sikap Keras Israel
Dari Tel Aviv, nada bicara militer tetap berada pada level waspada tertinggi. Menteri Pertahanan Israel menyatakan kesiapan pasukannya untuk memperbaharui konfrontasi militer dengan Iran jika mendapat lampu hijau dari Washington.
Dalam pernyataan yang tajam, ia mengancam akan mengembalikan Iran "ke zaman kegelapan dan zaman batu" jika stabilitas regional terganggu.
Editor: Redaksi TVRINews
