
para pekerja Hyunda di AS tiba di Bandara Internasional Incheon, dekat Seoul (Foto: AP News)
Penulis: Fityan
TVRInews – Incheon, Korea Selatan
Insiden razia: ketegangan diplomatik di tengah investasi besar korea selatan di amerika serikat
Ratusan pekerja, termasuk puluhan warga negara Indonesia (WNI), akhirnya kembali ke tanah air setelah ditahan selama berhari-hari dalam razia imigrasi di Amerika Serikat. Mereka tiba di Bandara Internasional Incheon, dekat Seoul, disambut tangis haru keluarga dan sorotan media, yang memicu kemarahan publik di Korea Selatan, sekutu utama AS.
Razia yang dilakukan pada 4 September lalu di sebuah pabrik baterai milik Hyundai dan LG Energy Solution di Savannah, Georgia, menangkap 475 orang. Video yang dirilis oleh pihak AS menunjukkan pekerja Korea diborgol dengan rantai di tangan, pergelangan kaki, dan pinggang mereka. Perlakuan ini menimbulkan sentimen pengkhianatan di Korea Selatan seperti dikutip oleh The Associated Press (AP)
Pesawat charter Korean Air yang membawa 330 orang termasuk 316 warga Korea Selatan, serta pekerja dari Tiongkok, Jepang, dan Indonesia mendarat pada hari Jumat (12/9) . Salah satu pekerja yang dipulangkan, Jang Yeong-seon, mengatakan, “Tidak ada yang benar-benar ingin tinggal,” mengacu pada tawaran Presiden AS Donald Trump agar mereka tetap bekerja.
"Saya tidak tahu bagaimana situasi visa akan berakhir, dan meskipun mungkin ada hal-hal yang mengharuskan saya untuk kembali, untuk saat ini saya akan memikirkannya dengan hati-hati," katanya kepada wartawan.
Seorang pekerja lain yang tidak ingin disebutkan namanya menggambarkan kondisi penahanan yang sulit, "Hal yang paling sulit adalah berbagi kamar dengan tahanan lain, dengan toilet tepat di sebelah tempat kami makan dan tidur."
Penyebab Razia dan Respons Pemerintah
Pihak berwenang AS menyatakan beberapa pekerja masuk secara ilegal, sementara yang lain menggunakan visa kadaluarsa atau visa turis yang tidak mengizinkan mereka bekerja. Namun, pejabat Korea Selatan berpendapat AS belum menanggapi permintaan mereka untuk memperbaiki sistem visa bagi pekerja terampil, meskipun Washington mendesak Seoul untuk meningkatkan investasi di AS.
Menteri Luar Negeri Korea Selatan, Cho Hyun, yang terbang ke Washington untuk negosiasi, mengatakan AS setuju untuk mengizinkan para pekerja kembali ke AS di kemudian hari untuk menyelesaikan pekerjaan mereka. Kedua negara juga sepakat membentuk gugus tugas untuk mempermudah perusahaan Korea mengirim pekerja ke AS, termasuk kemungkinan membuat kategori visa baru.
"Kami akan membahas semua langkah, termasuk membuat kategori visa baru, menetapkan kuota baru, dan berbagai langkah untuk mempermudah mendapatkan visa," kata Cho Hyun.
Dampak dan Masa Depan Investasi
Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung, memperingatkan bahwa perusahaan Korea akan ragu untuk berinvestasi lebih lanjut di AS jika sistem visa tidak diperbaiki. Insiden ini terjadi hanya dua minggu setelah pertemuan puncak antara Lee dan Trump.
Kim Dong Myung, CEO LG Energy Solution, meremehkan kekhawatiran bahwa razia ini akan menyebabkan penundaan besar pada peluncuran pabrik di Georgia. “Gangguan akan berada dalam tingkat yang dapat kami kelola,” ujarnya.
Editor: Redaktur TVRINews
