
Penulis: Fityan
TVRINews - London-Davos-Prancis
Presiden RI Prabowo Subianto resmi menutup rangkaian kunjungan kerja lima hari ke Eropa dengan membawa pulang sejumlah kesepakatan strategis, mulai dari komitmen investasi masif di sektor kelautan hingga penguatan posisi diplomasi Indonesia dalam konflik global.
Lawatan ke Inggris, Swiss, dan Prancis ini dinilai sebagai langkah konkret pemerintah dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional melalui kemitraan internasional yang berorientasi pada hasil (result-oriented).
Transformasi Maritim dan Penyerapan Lapangan Kerja

Salah satu pencapaian utama dalam kunjungan ini adalah kesepakatan investasi dengan Inggris di bidang maritim senilai 4 miliar poundsterling atau setara dengan Rp90 triliun.
Investasi ini tidak hanya bersifat finansial, tetapi juga mencakup transfer teknologi melalui pembangunan 1.582 kapal ikan yang seluruhnya akan diproduksi di dalam negeri.
"Bapak Presiden ingin ada hasil konkret yang bisa dirasakan langsung. Pembangunan kapal ini diperkirakan mampu menyerap hingga 600.000 tenaga kerja di tanah air," ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam keterangan resminya, Sabtu 24 Januari 2026.
Jejaring Pendidikan dan "Prabowonomics"
Di sektor pengembangan sumber daya manusia, Indonesia mengamankan kerja sama pendidikan dengan 24 universitas terkemuka di Inggris Raya.
Kolaborasi ini difokuskan pada penguatan bidang kedokteran serta Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) untuk mencetak tenaga ahli yang kompetitif secara global.
Sementara itu, dalam ajang World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, Presiden Prabowo memaparkan visi "Prabowonomics" di hadapan 65 kepala negara dan 1.000 pimpinan perusahaan dunia.
Konsep ini menekankan pada kemandirian ekonomi, ketahanan pangan, dan perlindungan terhadap kelompok masyarakat rentan sebagai fondasi stabilitas nasional.
Peran Aktif dalam Perdamaian Gaza
Di panggung diplomasi internasional, Indonesia mempertegas posisinya dengan bergabung dalam Board of Peace (BOP).
Langkah ini merupakan komitmen nyata Jakarta dalam mendukung pemulihan pascakonflik di Gaza dan memastikan bantuan kemanusiaan serta stabilitas kawasan dapat berjalan secara signifikan.

Menutup rangkaian kunjungan, Presiden juga memperkuat kemitraan strategis dengan Pemerintah Prancis di berbagai sektor utama, yang diharapkan dapat membuka peluang ekspor dan kolaborasi industri yang lebih luas antara kedua negara.
Lawatan ini menandai babak baru diplomasi ekonomi Indonesia yang lebih agresif dalam mengejar investasi yang berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat dan penguatan kapasitas industri nasional.
Editor: Redaktur TVRINews
