
Penulis: Intan Kw
TVRINews, New York
Indonesia menyampaikan sejumlah tuntutan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyusul gugurnya tiga prajurit TNI yang tergabung dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon.
Wakil Tetap Republik Indonesia untuk PBB, Umar Hadi menegaskan bahwa Indonesia meminta adanya investigasi independen oleh PBB dan menolak segala bentuk alasan Israel.
"Perlu kami tegaskan, yang kami minta adalah penyelidikan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa, bukan alasan dari Israel," kata Umar Hadi dalam pertemuan DK PBB mengenai situasi di Timur Tengah, di Markas PBB, New York, 31 Maret 2026.
Indonesia juga meminta Dewan Keamanan PBB untuk mengawal proses investigasi tersebut hingga tuntas.
"Kami juga meminta Dewan Keamanan untuk terus memantau jalannya penyelidikan dan segera menindaklanjuti hasilnya," ucap Umar Hadi.
Selain itu, Indonesia menuntut agar para pelaku dimintai pertanggungjawaban secara hukum tanpa adanya kekebalan.
"Indonesia juga menuntut agar para pelaku dimintai pertanggungjawaban secara hukum, tidak boleh ada kekebalan hukum yang menjadi kebiasaan," ujar Umar Hadi.
Indonesia menegaskan bahwa serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian tidak boleh terulang maupun ditoleransi dalam kondisi apa pun.
Lebih lanjut, Indonesia juga mendesak adanya jaminan tegas dari seluruh pihak yang terlibat, termasuk Israel, untuk mematuhi kewajiban berdasarkan hukum internasional.
Indonesia menyerukan penghentian segera serangan dan segala bentuk tindakan agresif yang dapat membahayakan personel serta aset PBB, serta meminta semua pihak menahan diri agar tidak memperburuk situasi di kawasan.
"Tuntutan ini kami sampaikan sebagai bentuk penghormatan mendalam kepada para penjaga perdamaian yang telah gugur, yang kepada mereka Indonesia memberikan penghormatan setinggi-tingginya atas pengorbanan mereka demi perdamaian dan keamanan internasional," pungkas Umar Hadi.
Editor: Redaktur TVRINews
