
Ali Khamenei, memperlihatkan dirinya (kiri) bersama Ali Larijani, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi (Foto: kantor Pemimpin Tertinggi Iran via AFP)
Penulis: Alfin
TVRINews, Teheran
Media resmi pemerintah Iran mengonfirmasi berita duka atas gugurnya Pemimpin Spiritual sekaligus Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam Iran, Ayatullah Sayyid Ali Khamenei. Tokoh revolusioner Iran itu tewas dalam serangan gabungan yang dilakukan Israel dan Amerika Serikat pada Sabtu pagi.
Kantor berita Iran, IRNA, menyebut Sayyid Ali Khamenei syahid dalam serangan tersebut. Konfirmasi ini juga disampaikan oleh media televisi ternama Timur Tengah, Al Jazeera.
“Ayatollah Khamenei, Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam, gugur sebagai syahid setelah diserang oleh rezim Zionis dan Amerika Serikat pada Sabtu pagi,” tulis IRNA, Minggu, 1 Maret 2026.
Serangan yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran itu tidak hanya menimbulkan korban dari kalangan petinggi negara. IRNA melaporkan, serangan tersebut juga mengakibatkan menantu laki-laki dan anak perempuan Ali Khamenei turut tewas.
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, resmi meluncurkan operasi militer skala besar terhadap Iran. Serangan yang dilancarkan melalui koordinasi erat dengan Zionis Israel ini merupakan eskalasi militer paling signifikan di Timur Tengah sejak invasi Irak tahun 2003.
Tak lama setelah serangan dimulai, Presiden Trump menyampaikan pidato nasional berdurasi delapan menit. Dalam pidatonya, Trump memberikan ultimatum keras kepada Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Kekuatan militer AS akan menargetkan infrastruktur pertahanan, angkatan laut, serta kemampuan rudal Teheran jika otoritas setempat tidak segera menyerah.
Editor: Redaktur TVRINews
