
Foto: Reuters
Penulis: Redaksi TVRINews
TVRINews, Belarus
Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Belarus Alexander Lukashenko menandatangani perjanjian jaminan keamanan pada pertemuan puncak di Minsk, Belarus.
Penandatanganan ini bertepatan dengan peringatan 25 tahun pembentukan Negara Kesatuan Rusia-Belarus, sebuah aliansi erat antara dua negara bekas republik Soviet. Dalam pidatonya, Putin mengatakan perjanjian ini akan memperkuat keamanan kedua negara dan menciptakan fondasi untuk pembangunan yang damai dan berkelanjutan.
“Perjanjian ini memungkinkan perlindungan keamanan Rusia dan Belarusia secara andal,” kata Putin yang dikutip pada Minggu, 8 Desember 2024.
Salah satu poin penting dalam pertemuan tersebut adalah rencana penempatan sistem rudal balistik jarak menengah Oreshnik di Belarus. Putin mengungkapkan bahwa rudal tersebut akan siap dikerahkan pada paruh kedua tahun 2025. Belarus, menurut Putin, akan menentukan target untuk rudal Oreshnik yang ditempatkan di wilayahnya.
Lukashenko, yang telah memimpin Belarus sejak 1994, menegaskan bahwa penggunaan senjata nuklir Rusia di Belarus membutuhkan persetujuannya. Sebelumnya, pada tahun 1991, semua senjata nuklir ditarik dari Belarus setelah bubarnya Uni Soviet. Namun, pada tahun lalu, Putin mengumumkan penempatan senjata nuklir taktis Rusia di Belarus sebagai bentuk penangkal terhadap Barat.
Sistem rudal balistik Oreshnik sendiri telah diuji coba bulan lalu di Ukraina, sebuah uji pertama dalam kondisi pertempuran yang disebut Putin sebagai langkah penting untuk mengukur efektivitas senjata tersebut.
Editor: Rina Hapsari
