Penulis: Fityan
TVRINews- Chicago, AS
Operasi Midway Blitz picu penurunan drastis aktivitas ekonomi di Little Village saat ribuan agen mulai dikerahkan.
Selama beberapa pekan terakhir, perhatian publik tertuju pada Minneapolis, di mana kemarahan atas tewasnya dua warga AS oleh agen imigrasi federal telah mengubah kota di Midwest tersebut menjadi lautan keresahan.
Presiden Donald Trump telah berjanji untuk melakukan "de-eskalasi", sementara kepala operasi baru di lapangan, Tom Homan, menyatakan akan ada pengurangan personel secara bertahap.
Namun, di Chicago yang berjarak ratusan mil, situasi berbeda terjadi. Kota ini telah mengalami lonjakan jumlah agen imigrasi dan tindakan keras di jalan-jalan melalui "Operasi Midway Blitz". Diluncurkan sejak September tahun lalu dengan target "warga asing kriminal", operasi ini mencapai puncaknya dalam beberapa pekan terakhir, memaksa komunitas migran untuk menyesuaikan diri dengan "normal baru" yang mencekam.
Kota Hantu di Pusat Ekonomi
Di Little Village, yang sering dijuluki sebagai "Mexican Magnificent Mile", rasa takut terhadap penggerebekan telah membuat warga enggan keluar rumah. Kawasan yang biasanya menjadi pusat ekonomi utama Chicago kini menyerupai kota hantu.
"Bisnis turun hingga setengahnya selama hari kerja, terkadang lebih dari itu. Orang-orang tidak mau membelanjakan uang," ujar Carlos Macias, pemilik toko kelontong dan restoran Carniceria y Taqueria Aguascalientes yang telah berdiri selama 50 tahun kepada BBC News.
Macias mengenang momen ketika agen federal bersenjata lengkap masuk ke tokonya. "Agen-agen itu mengenakan balaclava, beberapa membawa senapan.
Pelanggan ketakutan; ada yang bersembunyi di bawah meja, ada yang menangis," kenangnya. Saat situasi memanas, Macias mencoba bertahan. "Ini properti saya, Anda tidak diizinkan masuk," tegasnya.
Namun, insiden tersebut tetap meninggalkan trauma mendalam yang kini memukul pendapatan usahanya.
Debat Keamanan dan Dampak Ekonomi
Di tengah kritik, Presiden Trump menegaskan bahwa penggerebekan ini diperlukan untuk melindungi warga Amerika.
Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) menyatakan Operasi Midway Blitz diluncurkan untuk menghormati Katie Abraham, mahasiswa AS yang tewas dalam tabrak lari oleh migran ilegal.
Hingga kini, lebih dari 800 migran yang tidak memiliki dokumen telah ditangkap, termasuk pelaku kejahatan seksual, pembunuh, dan anggota geng.
Namun, pejabat kota memperingatkan adanya efek domino terhadap ekonomi lokal. Koridor Little Village adalah penghasil pendapatan pajak tertinggi di Chicago di luar pusat kota.
Anggota Dewan (Alderman) Michael Rodriguez melaporkan bahwa penjualan di restoran lokal anjlok hingga 60%.
"Sejak Presiden Trump menjabat, kami melihat perubahan drastis. Dampak buruk pada lingkungan bisnis di 26th Street akan memengaruhi wilayah ini secara keseluruhan," kata Rodriguez.
Dilema Pendukung dan Realita Lapangan
Meski banyak yang mengecam, sebagian warga mendukung kebijakan ini. Lupe Castillo, penduduk setempat dan kandidat Republik, menyatakan dukungannya terhadap aturan hukum.
"Saya menyesal harus sampai pada titik ini, tetapi ini kesalahan Demokrat. Ada aturan di negara ini. Anda boleh datang, tapi lakukan dengan cara yang benar," ujarnya kepada BBC News.
Namun bagi sebagian pemilih Trump, realitanya terasa pahit. Adolfo Peña, pemilik toko sepatu Zapateria Linda's, mengaku pendapatannya merosot tajam.
"Ini hal terburuk yang pernah terjadi pada kami. Sayangnya, saya memilih dia (Trump). Itu yang paling menyakitkan bagi saya," kata Peña, yang sebelumnya berharap Trump dapat membawa perubahan ekonomi.
Masa Depan yang Tidak Pasti
Para ekonom dari Peterson Institute for International Economics memperingatkan bahwa deportasi massal dapat memotong PDB AS hingga 7% dalam tiga tahun karena banyak migran bekerja di sektor kunci seperti konstruksi dan manufaktur.
Sebaliknya, kelompok pendukung pembatasan imigrasi berpendapat bahwa imigrasi tak terkendali justru membebani layanan publik.
Di Chicago, warga kini mencoba bertahan melalui inisiatif "Shopping in Solidarity" guna mendukung bisnis lokal.
Namun, dengan rencana administrasi Trump untuk merekrut ribuan agen tambahan dan membangun pusat penahanan baru, ketakutan di Little Village tampaknya belum akan mereda dalam waktu dekat.
Editor: Redaktur TVRINews
