
Foro: AP News
Penulis: Fityan
TVRINews - New Delhi
Kesepakatan Bersejarah Dua Miliar Orang Siap Guncang Dominasi Pasar Global.
India dan Uni Eropa (UE) resmi menyepakati perjanjian perdagangan bebas (FTA) Selasa 27 Januari 2026.
Ini Merupakan Monumental yang akan menyatukan pasar bagi dua miliar orang,
menandai babak baru dalam integrasi ekonomi global di tengah meningkatnya ketidakpastian perdagangan dunia.
Mesepakatan bersejarah ini diumumkan secara langsung oleh Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, dan Perdana Menteri India, Narendra Modi, dalam pertemuan tingkat tinggi di New Delhi Selasa .
Dalam pernyataannya melalui platform X, Von der Leyen menyebut kerja sama ini sebagai sebuah terobosan sejarah yang akan memberikan
keuntungan signifikan bagi kedua belah pihak.
"Kami telah menyimpulkan kesepakatan besar yang menjadi induk dari segala perjanjian. Kami telah membentuk zona perdagangan bebas bagi dua miliar orang," tulis Von der Leyen.
Dorongan Ekonomi dan Geopolitik
Perdana Menteri Narendra Modi menyambut baik hasil negosiasi yang telah berlangsung secara pasang-surut selama hampir dua dekade tersebut. Menurut Modi, kesepakatan ini mencakup sekitar 25 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) dunia dan akan membuka peluang luas bagi jutaan orang di kedua kawasan.
"Kesepakatan ini akan menghadirkan banyak peluang bagi 1,4 miliar rakyat India serta jutaan warga di Uni Eropa," ujar PM Modi.
Ia menambahkan bahwa sektor tekstil, permata, perhiasan, dan barang-barang kulit India diprediksi akan mendapatkan dorongan ekspor yang besar.
Langkah strategis ini diambil saat Brussels dan New Delhi berupaya mencari pasar baru untuk menghadapi kebijakan tarif dari Amerika Serikat serta kontrol ekspor yang diberlakukan oleh Tiongkok. Bagi UE, India adalah pasar masa depan yang sangat krusial. Sebaliknya, New Delhi memandang
Eropa sebagai sumber investasi dan teknologi yang penting untuk modernisasi industri mereka.
Detail Teknis dan Penurunan Tarif
Berdasarkan data resmi, perjanjian ini akan menghapus atau mengurangi tarif pada 96,6 persen barang ekspor UE ke India. Hal ini diperkirakan akan menghemat biaya bea cukai bagi perusahaan-perusahaan Eropa hingga 4 miliar euro (sekitar Rp68 triliun) per tahun.
Sektor-sektor utama yang akan mendapatkan manfaat meliputi:
Industri Manufaktur:
Penghapusan tarif pada mesin, bahan kimia, dan produk farmasi.
Otomotif:
Tarif mobil akan dikurangi secara bertahap hingga menjadi 10 persen dengan kuota tahunan 250.000 Kendaraan.
Minuman dan Pangan Pengurangan tarif pada wine (20-30%), minuman beralkohol (40%), serta penghapusan tarif pada jus buah dan makanan olahan.
Jasa: Penyedia jasa keuangan dan maritim Uni Eropa akan mendapatkan akses istimewa ke pasar India.
Kemitraan Strategis dan Keamanan
Selain aspek ekonomi, kedua pihak juga mengumumkan peluncuran kemitraan keamanan dan pertahanan.
Langkah ini menunjukkan ambisi India untuk mendiversifikasi pemasok
perangkat keras militernya guna mengurangi ketergantungan jangka panjang pada Rusia. Di sisi lain, Eropa juga tengah melakukan langkah serupa dalam mengurangi ketergantungan strategis mereka terhadap Washington
Proses penandatanganan formal akan dilakukan setelah tahap pemeriksaan hukum (legal vetting) yang diperkirakan memakan waktu lima hingga enam bulan. Seorang pejabat pemerintah India menyatakan kepada Reuters bahwa implementasi penuh dari kesepakatan ini diharapkan dapat berjalan dalam waktu satu tahun ke depan.
Kesepakatan ini menyusul rentetan kesuksesan diplomasi perdagangan kedua pihak baru-baru ini, di mana UE sebelumnya telah menandatangani pakta dengan Mercosur, Indonesia, dan Swiss, sementara India menyelesaikan perjanjian serupa dengan Inggris dan Selandia Baru.
Editor: Redaktur TVRINews
