
Alustista Milik Amerika Serikat (Foto: georgiatoday)
Penulis: Fityan
TVRINews – Washington DC
Pentagon Beri Taklimat Rahasia Terkait Anggaran Enam Hari Pertama Konflik
Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) mengungkapkan bahwa biaya operasi militer terhadap Iran telah melampaui angka $11,3 miliar hanya dalam enam hari pertama.
Meski demikian, angka tersebut diyakini belum mencerminkan beban ekonomi yang sesungguhnya dari konflik tersebut.
Estimasi ini disampaikan oleh pejabat Pentagon dalam taklimat tertutup di Capitol Hill pada Selasa waktu setempat.
Menurut sumber yang memahami jalannya pertemuan tersebut, angka belasan miliar dolar itu sebagian besar hanya mencakup pengeluaran amunisi dan belum mengalkulasi variabel operasional lainnya secara menyeluruh.
"Perkiraan tersebut masih terbatas pada belanja munisi," ujar seorang sumber kepada The Guardian. "Biaya tambahan yang perlu diperhitungkan meliputi mobilisasi pasukan ke kawasan, biaya medis, hingga penggantian aset udara yang hancur dalam pertempuran."
Intensitas Penggunaan Amunisi
Laporan sebelumnya mengindikasikan bahwa pada awal konflik, AS menghabiskan sekitar $2 miliar per hari untuk kebutuhan amunisi.
Angka ini kemudian melandai menjadi $1 miliar per hari seiring berjalannya operasi. Para analis memprediksi biaya harian akan terus menurun kecuali terjadi eskalasi baru yang signifikan.
Data yang pertama kali dilaporkan oleh The New York Times dan dikonfirmasi oleh Associated Press ini menjadi penilaian biaya paling mendalam yang diterima Kongres sejauh ini.
Hal ini terjadi di tengah meningkatnya pengawasan terhadap keputusan mendadak pemerintahan Donald Trump dalam memulai konflik militer tersebut.
Laporan teknis menunjukkan bahwa serangan awal sangat bergantung pada senjata berpemandu presisi yang mahal:
• AGM-154 Joint Standoff Weapon: Bom luncur yang berbiaya antara $578.000 hingga $836.000 per unit.
• JDAM (Joint Direct Attack Munition): Perangkat pemandu yang mengubah bom konvensional menjadi senjata presisi dengan biaya sekitar $38.000 per unit.
*Skeptisismenya Anggaran di Kongres*
Tingginya tingkat penggunaan senjata canggih ini diperkirakan akan memaksa Kongres untuk segera meloloskan paket pendanaan pertahanan tambahan guna mengisi kembali stok persenjataan nasional yang terkuras.
Namun, langkah tersebut menghadapi tantangan politik. Hingga saat ini, pemerintahan Trump dinilai belum memberikan komitmen yang jelas mengenai durasi perang maupun tujuan akhir dari kampanye militer ini.
Ketidakpastian ini memicu skeptisisme dari kedua kubu di Kongres Republik maupun Demokrat yang enggan memberikan "cek kosong" untuk pendanaan perang yang dikhawatirkan tidak memiliki batas waktu yang jelas.
Editor: Redaktur TVRINews
