
Polisi Masih berjaga jaga dilokasi kejadian penembakan (Foto: AP News)
Penulis: Fityan
TVRINews-Utah, AS
Polisi Buru Pelaku Penembakan Pemimpin Muslim di Salt Lake City Saat Ramadan
Otoritas keamanan di Utah, Amerika Serikat, tengah melakukan pencarian intensif terhadap seorang pria bersenjata yang melepaskan tembakan ke arah pemimpin Muslim setempat di luar kediamannya.
Insiden ini terjadi di tengah suasana bulan suci Ramadan yang tengah dijalani komunitas Muslim di wilayah tersebut.
Target serangan yang terjadi pada Senin malam di pinggiran Salt Lake City adalah Shuaib Din, imam yang memimpin Utah Islamic Center, masjid terbesar di negara bagian tersebut.
Meski kendaraannya terkena beberapa tembakan, Shuaib Din dilaporkan tidak mengalami luka fisik dalam peristiwa tersebut.
Kronologi Kejadian
Berdasarkan laporan The Salt Lake Tribune, Din menjelaskan bahwa seorang pria bermasker telah menunggu di dalam mobil di luar rumahnya sebelum melepaskan tembakan saat ia hendak berangkat menunaikan salat tarawih.
"Dia mengetahui rumah saya, mobil saya, dan jadwal saya," ujar Din.
Kejadian bermula sesaat setelah Din berbuka puasa bersama keluarganya. Ketika ia baru saja keluar dari garasi, pelaku yang mengenakan masker dan penutup kepala (hoodie) keluar dari kendaraan dan melepaskan rentetan tembakan sebelum melarikan diri.
Setelah menghubungi layanan darurat 911, Din sempat berupaya mendapatkan nomor pelat kendaraan pelaku. Namun, pelaku justru kembali, memacu mobilnya ke samping kendaraan Din, dan melepaskan setidaknya delapan tembakan tambahan. Tembakan tersebut mengenai kursi bagian depan, belakang, hingga kaca depan mobil.
Penyelidikan dan Respon Komunitas
Kepolisian setempat hingga kini belum melakukan penangkapan. Namun, pihak berwenang telah merilis gambar kendaraan yang diduga milik tersangka, yakni sebuah mobil penumpang berwarna putih dengan kerusakan fisik pada bagian bawah bemper depan sebelah kanan.
Pihak Utah Islamic Center menyampaikan apresiasi atas respons cepat aparat penegak hukum dan mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi. Sebagai langkah antisipasi, pengamanan di area masjid akan ditingkatkan secara signifikan.
Wali Kota Sandy, Monica Zoltanski, bersama Dewan Kota menyatakan keprihatinan mendalam atas insiden ini, terlebih karena terjadi di bulan Ramadan.
"Meskipun motif penembakan masih dalam penyelidikan, kami tidak bisa mengabaikan fakta bahwa ini terjadi selama bulan suci Ramadan—waktu untuk doa, refleksi, dan perdamaian bagi umat Muslim di seluruh dunia," ungkap Zoltanski dalam pernyataan resminya.
Dukungan Hak Sipil
Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR), organisasi advokasi hak sipil Muslim terbesar di AS, menawarkan imbalan sebesar US$5.000 (sekitar Rp78 juta) bagi siapa pun yang memberikan informasi yang berujung pada penangkapan pelaku.
CAIR juga mendesak kepolisian untuk memberikan perlindungan ekstra bagi Imam Din dan komunitas Muslim setempat.
Imam Din mengaku sangat terguncang oleh peristiwa ini dan menduga adanya motif kebencian di balik serangan tersebut, meskipun ia tidak mengetahui secara pasti identitas pelaku.
Editor: Redaktur TVRINews
