
Presiden Rusia Vladimir Putin saat ucapka selamat kepada Pemimpin tertinggi Iran Mojtaba Khamenei (Foto: Anadolu)
Penulis: Fityan
TVRINews – Moskow
Moskow nyatakan dukungan penuh atas penunjukan Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi menggantikan mendiang ayahnya.
Presiden Rusia Vladimir Putin secara resmi menyampaikan ucapan selamat kepada Mojtaba Khamenei atas terpilihnya ia sebagai Pemimpin Tertinggi Iran yang baru.
Penunjukan ini dilakukan menyusul wafatnya sang ayah, Ayatollah Ali Khamenei, dalam serangan udara di Teheran pada akhir Februari lalu.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis oleh Kremlin pada hari Senin 9 Maret 2026, Presiden Putin menekankan bahwa tugas yang diemban Mojtaba saat ini sangat krusial di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan tersebut.
"Kini, saat Iran menghadapi agresi bersenjata, tugas Anda di jabatan tinggi ini niscaya menuntut keberanian dan dedikasi yang besar. Saya yakin Anda akan melanjutkan perjuangan ayah Anda dengan terhormat dan menyatukan rakyat Iran dalam menghadapi cobaan berat ini," ujar Putin.
Kemitraan Strategis yang Tak Tergoyahkan
Rusia menegaskan komitmennya untuk tetap menjadi mitra strategis bagi Republik Islam tersebut. Putin menyatakan solidaritas penuh terhadap sekutunya dan menyebut hubungan kedua negara akan tetap solid meskipun terjadi transisi kepemimpinan.
"Rusia telah dan akan terus menjadi mitra yang dapat diandalkan bagi Republik Islam Iran," tambah Putin dalam pernyataan tersebut.
Media pemerintah Iran mengumumkan pada Senin pagi bahwa Mojtaba Khamenei, ulama berusia 56 tahun, telah terpilih sebagai penerus takhta kepemimpinan tertinggi.
Langkah ini segera mendapat dukungan dari Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) yang menyatakan kesetiaan mereka.
Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, turut memberikan apresiasi atas penunjukan tersebut, dengan menyebutnya sebagai simbol persatuan nasional bagi bangsa Iran.
Transisi kekuasaan ini terjadi di bawah bayang-bayang konflik terbuka. Ayatollah Ali Khamenei tewas pada 28 Februari setelah serangan udara besar-besaran yang diluncurkan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap kompleks bangunannya di Teheran.
Reaksi Kontras dari Gedung Putih
Berbeda dengan respons dari Moskow, sikap Amerika Serikat cenderung skeptis. Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyatakan niatnya untuk terlibat secara personal dalam menentukan arah kepemimpinan Iran ke depan.
Dalam wawancaranya dengan ABC News pada hari Minggu, Trump memperingatkan bahwa pemimpin baru Iran "tidak akan bertahan lama" tanpa adanya persetujuan atau kompromi dengan pihak Amerika Serikat.
Laporan dari Fox News juga mengindikasikan bahwa Washington merasa keberatan dengan terpilihnya Mojtaba sebagai suksesor.
Situasi di Teheran kini menjadi pusat perhatian dunia, saat kepemimpinan baru harus menavigasi ancaman eksternal sembari mempertahankan stabilitas dalam negeri dengan dukungan dari mitra internasional seperti Rusia.
Editor: Redaktur TVRINews
