
Megawati Soekarnoputri Bertemu Menteri Partai Komunis Tiongkok, Bahas Penguatan Hubungan Bilateral
Penulis: Ricardo Julio
TVRINews, Beijing
Presiden Kelima Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan, Prof. Dr. (H.C.) Megawati Soekarnoputri, melakukan kunjungan kehormatan ke kantor Departemen Hubungan Internasional Komite Sentral Partai Komunis Tiongkok (IDCPC) di Beijing, Rabu (9/7). Dalam pertemuan tersebut, Megawati disambut langsung oleh Menteri IDCPC, Liu Jianchao.
Kehadiran Megawati disambut hangat oleh sejumlah anak-anak di lobi gedung IDCPC. Dengan mengenakan busana tenun ikat, Megawati tampak menyapa dan menyalami mereka satu per satu. Ia bahkan sempat berdialog dengan seorang anak melalui bantuan penerjemah.
Sebelum pertemuan resmi dimulai, Megawati dan rombongan disuguhi pertunjukan seni budaya, yang kemudian diakhiri dengan pemberian cinderamata berupa lukisan bunga mawar merah kepada Megawati.
Dalam sesi dialog, Megawati membuka pembicaraan dengan mencairkan suasana lewat komentar ringan mengenai batik yang dikenakan Menteri Liu. Ia mengingatkan bahwa batik tersebut adalah hadiah darinya saat Liu berkunjung ke kediamannya di Jakarta pada awal Januari 2025. Menteri Liu, yang pernah menjabat sebagai Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia (2012–2014), tampak terkesan.
“Saat turun dari mobil, saya lihat Bapak memakai batik itu, saya langsung tersenyum sendiri. Saya bilang dalam hati, ternyata Bapak lebih tampan kalau memakai batik,” ujar Megawati sambil tertawa, yang langsung disambut tawa ramah dari Menteri Liu.
Dalam kesempatan tersebut, Megawati juga mengenang kedekatannya dengan Tiongkok yang telah terjalin sejak kecil, ketika ia mendampingi ayahandanya, Presiden Soekarno, dalam kunjungan kenegaraan ke Beijing.
“Jika saya ke Tiongkok, rasanya seperti kembali ke rumah sendiri,” tuturnya. Ia menambahkan bahwa banyak pengetahuannya tentang Tiongkok diperoleh langsung dari Bung Karno.
Megawati menekankan pentingnya memperkuat hubungan Indonesia dan Tiongkok, mengingat sejarah panjang kerja sama antara kedua negara, termasuk keterlibatan Perdana Menteri Zhou Enlai dalam Konferensi Asia Afrika tahun 1955 di Bandung.
“Hubungan ini harus terus diperkuat, bukan hanya dari masa lalu hingga sekarang, tapi juga sebagai bagian dari peradaban yang akan diwariskan lintas generasi di kedua negara,” tegas Megawati.
Dalam pertemuan tersebut, Megawati juga menyampaikan apresiasi atas surat dan pesan pribadi dari Presiden Tiongkok, Xi Jinping, serta undangan yang pernah disampaikan kepadanya untuk berkunjung ke Beijing — yang sayangnya belum dapat dipenuhi akibat pandemi dan kesibukan di Tanah Air.
Pertemuan berlangsung dalam suasana akrab dan penuh kehangatan. Di akhir pertemuan, Megawati dan Menteri Liu saling bertukar cinderamata berupa buku, sebagai simbol persahabatan dan kerja sama yang terus dijaga oleh kedua bangsa.
Baca Juga:
Tragedi Mengerikan di Bandara Milan: Pria Tewas Tersedot Mesin Jet di Landasan Pacu
Editor: Redaksi TVRINews
