
Menteri Warisan Budaya Israel Amichai Eliyahu(Sumber Foto: times of israel)
Penulis: Intan Kw
TVRINews, Gaza
Menteri Warisan Budaya Israel Amichai Eliyahu menyebut bahwa bulan Ramadhan harus dihilangkan.
Bukan tanpa sebab, pernyataan itu dikeluarkan karena kekhawatiran akan terjadinya peningkatan situasi di Tepi Barat dan Yerusalem Timur, yang diduduki selama bulan Ramadhan.
“Apa yang disebut sebagai bulan Ramadhan harus dihilangkan, dan ketakutan kita terhadap bulan ini juga harus dihilangkan,” kata Eliyahu, dikutip Senin, 4 Maret 2024.
Baca Juga: Kemenparekraf: Indonesia hadir pertama kali di Hong Kong FILMART 2024
Pernyataan Eliyahu tersebut dikecam oleh Council on Muslim-American Relations (CAIR). Wakil Direktur Eksekutif CAIR Edward Ahmad Mitchel mendesak Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengecam Eliyahu.
“Sekali lagi, seorang pejabat pemerintah Israel secara terbuka menyuarakan pernyataan genosidal yang luput dikutuk oleh pemerintahan Biden. Cukup, sudah cukup,” ucap Mitchel.
Sebelumnya, sebulan dari dimulainya serangan Israel ke Gaza, Eliyahu juga memicu kontroversi usai menyebut Israel berkemungkinan menjatuhkan bom nuklir di Gaza.
Eliyahu juga menolak keras pengiriman bantuan kemanusiaan ke Gaza. Ia menyebut bahwa tidak ada satupun warga sipil yang gak bersalah di Gaza.
Selain itu, Eliyahu mendukung Israel untuk merebut Jalur Gaza dan membuat permukiman di sana. Politikus Israel itu mengaku tidak mau tahu mengenai nasib warga Palestina jika diusir dari Gaza.
Editor: Redaktur TVRINews
