
sumber: x.com/0xxNathan
Penulis: Nirmala Hanifah
TVRINews, Jakarta
Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), sekaligus Pengamat Politik, Dedi Kurnia Syah menyoroti eskalasi konflik di Timur Tengah yang terjadi Sabtu, 28 Februari 2026 pagi ini waktu setempat.
Ia menilai serangan bersenjata yang dilakukan Israel di sejumlah kota Iran tidak bisa dilepaskan dari persetujuan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
“Israel sendiri tidak mungkin bergerak sendiri tanpa restu Trump,” ucapnya saat dihubungi tvrinews.com pada Sabtu malam.
Tak hanya itu, Dedi mengatakan bahwa aksi ini menandai runtuhnya jalur diplomasi internasional yang selama ini berupaya menjaga stabilitas kawasan.
“Situasi saat ini menandai runtuhnya diplomasi global, sekaligus kembalinya Amerika Serikat sebagai negara yang sulit tertib,” tegasnya.
Situasi ini, kata Dedi, sejalan dengan peringatan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto beberapa waktu lalu.
“Situasi ini ingatkan statemen Presiden Prabowo beberapa waktu lalu soal upaya meredakan ketegangan, diplomasi harus kembali dikuatkan, jika kekuatan besar mengambil langkah peperangan, maka krisis global sudah di depan mata,” kata dia.
Menurutnya, kejadian tersebut menegaskan pentingnya setiap negara menghormati kedaulatan politik negara lain.
“Perlu adanya peningkatan kesadaran masing-masing negara menghormati politik dalam negeri,” imbuhnya.
Selain itu, ia juga menekankan bahwa campur tangan dalam urusan internal negara lain justru berpotensi menimbulkan ketidakstabilan dan kekacauan regional.
“Mencampuri urusan negara lain hanya akan menimbulkan kekacauan,” pungkasnya.
Editor: Redaksi TVRINews
