
Baliho dengan tulisan , 'Selat Hormuz akan tetap tertutup,' terlihat di Alun-alun Enghelab, Teheran [Foto: EPA]
Penulis: Fityan
TVRINews – Teheran
Ketegangan di Selat Hormuz Meningkat Saat Serangan Udara Tewaskan Puluhan Warga
Eskalasi ketegangan di Timur Tengah mencapai titik kritis setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengeluarkan peringatan keras terhadap Teheran.
Gedung Putih mengancam akan melakukan penghancuran total terhadap infrastruktur energi dan transportasi Iran jika jalur pelayaran strategis, Selat Hormuz, tidak dibuka sepenuhnya sebelum tenggat waktu Selasa 7 April 2026 (Rabu 8 April WIB)
Pernyataan ini muncul menyusul kebuntuan negosiasi antara kedua negara. Meskipun Teheran telah memberikan tanggapan atas proposal gencatan senjata yang diajukan AS melalui perantara, Washington menilai langkah tersebut belum memadai untuk meredakan situasi.
"Respons Iran signifikan, namun belum cukup baik," ujar Presiden Trump dalam keterangan resminya.
Ia menegaskan bahwa militer AS siap melancarkan operasi penghancuran terhadap pembangkit listrik dan jembatan-jembatan utama di Iran dalam hitungan jam apabila tuntutan pembukaan akses navigasi internasional tersebut tidak dipenuhi.
Reaksi Teheran dan Konflik Regional
Menanggapi ancaman tersebut, pihak militer Iran merilis pernyataan resmi melalui media nasional mereka. Teheran menyebut gertakan Washington sebagai sebuah delusi yang tidak akan mampu menutupi kegagalan posisi AS di kawasan tersebut.
"Ancaman Trump adalah delusi dan tidak dapat menggantikan rasa malu serta penghinaan yang dialami Amerika Serikat di kawasan ini," tegas pernyataan militer Iran.
Di lapangan, situasi kemanusiaan terus memburuk. Sepanjang hari Senin 6 April, rangkaian serangan udara yang melibatkan pasukan AS dan Israel dilaporkan telah menewaskan sedikitnya 34 orang di berbagai wilayah Iran.
Operasi militer ini dibalas dengan peluncuran rudal dan drone Iran yang menargetkan titik-titik kunci di negara-negara teluk.
Krisis Kemanusiaan di Gaza
Di sisi lain, intensitas serangan udara Israel di Jalur Gaza belum menunjukkan tanda-tanda mereda.
Sebuah serangan udara terbaru dilaporkan menghantam area di dekat sebuah sekolah yang menjadi tempat pengungsian warga Palestina di Gaza Tengah. Insiden tragis ini mengakibatkan sedikitnya 10 orang kehilangan nyawa.
Hingga saat ini, komunitas internasional terus memantau pergerakan militer di Selat Hormuz, mengingat dampak signifikan yang mungkin terjadi pada stabilitas ekonomi dan keamanan energi global jika konfrontasi bersenjata berskala besar benar-benar pecah.
Editor: Redaktur TVRINews
