Penulis: Fityan
TVRINews- Paris, Prancis
Pertemuan di Paris pasca-Forum Davos menjadi simbol penguatan kemitraan strategis Indonesia-Prancis.
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, kembali melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, di Istana Élysée, Paris, pada Jumat 23 Januari 2026 malam.
Pertemuan ini berlangsung hangat tepat setelah kedua pemimpin menyelesaikan agenda World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss.
Tiba di tengah suhu dingin Paris yang mencapai 2 derajat Celsius, Presiden Prabowo disambut dengan upacara jajar kehormatan militer lengkap di pelataran istana.
Mengenakan jas panjang hitam dan kopiah khas, Presiden Prabowo menyapa pasukan sebelum disambut secara personal oleh Presiden Macron.
Kehangatan hubungan kedua pemimpin terlihat saat Macron, yang tampil kasual dengan kacamata aviator, menyambut Prabowo dengan pelukan dan rangkulan hangat sebelum melangkah bersama ke dalam istana.
*Diplomasi di Meja Jamuan*
Agenda utama kunjungan ini adalah jamuan santap malam pribadi yang digelar di Le Salon des Portraits. Ruangan bersejarah tersebut menjadi saksi diskusi intensif namun santai antara kedua kepala negara mengenai berbagai isu strategis global.
Berdasarkan keterangan resmi Sekretariat Presiden RI, jamuan tersebut bertujuan untuk mempererat komunikasi personal sekaligus mengeksplorasi peluang kerja sama baru yang saling menguntungkan bagi Jakarta dan Paris.
"Pertemuan itu menjadi ruang dialog yang mempererat komunikasi personal sekaligus membuka peluang penguatan kerja sama Indonesia-Prancis di berbagai bidang strategis," tulis Sekretariat Presiden dalam siaran pers resminya yang dikutip Sabtu 24 Januari 2026.
Konsistensi Hubungan Bilateral
Pertemuan ini menandai frekuensi diplomasi yang tinggi antara kedua pemimpin. Ini bukan kali pertama Macron menjamu Presiden Prabowo di Élysée; tercatat keduanya telah beberapa kali bertemu secara formal, termasuk pada Juli 2025 lalu dan saat Presiden Prabowo masih berstatus sebagai Presiden terpilih pada tahun 2024.
Para analis menilai, kesinambungan pertemuan ini merupakan sinyalemen kuat bahwa Prancis memandang Indonesia sebagai mitra kunci di kawasan Indo-Pasifik.
Selain aspek seremonial, kunjungan ini mempertegas komitmen kedua negara dalam membangun kemitraan strategis yang lebih luas di masa depan, mulai dari sektor pertahanan hingga ekonomi berkelanjutan.
Setelah sesi foto bersama di depan pintu utama, di mana Macron sempat memberikan gestur jempol kepada awak media, kedua pemimpin melanjutkan pembicaraan tertutup yang berlangsung hingga larut malam.
Editor: Redaktur TVRINews
