
Tentara Inggris Siap Dikirim ke Ukraina
Penulis: Fityan
TVRINews, Inggris
Tentara Inggris menyatakan kesiapan penuh mereka untuk dikerahkan ke Ukraina jika pemerintah menginstruksikan demikian.
Pernyataan ini disampaikan di tengah latihan militer besar NATO, Exercise Steadfast Dart, yang berlangsung di Rumania, hanya 25 kilometer dari perbatasan Ukraina.
Sebanyak 2.500 tentara Inggris dari Divisi Pertama, pasukan dengan kesiapan tinggi, ambil bagian dalam latihan tersebut. Brigadir Andy Watson, yang memimpin pasukan Inggris dalam latihan ini, menegaskan bahwa pasukannya "benar-benar siap" jika ada perintah untuk terjun langsung ke Ukraina.
Pernyataan ini muncul setelah Perdana Menteri Keir Starmer menyatakan kesiapannya mengirim tentara Inggris guna membantu menjamin keamanan Ukraina, asalkan ada gencatan senjata.
Namun, hingga saat ini, masih belum jelas peran seperti apa yang akan dijalankan oleh pasukan Inggris jika dikerahkan.
Walaupun Inggris telah membuktikan kemampuannya mengerahkan ribuan tentara serta lebih dari 700 kendaraan militer dalam waktu singkat, tantangan yang dihadapi masih besar.
Para ahli militer memperkirakan bahwa operasi penjaga perdamaian di Ukraina bisa membutuhkan lebih dari 100.000 tentara, jumlah yang jauh lebih besar dibanding pasukan yang saat ini dikerahkan dalam latihan NATO.
Lebih jauh, banyak negara Eropa peserta latihan, termasuk Spanyol dan Italia, belum memenuhi target pengeluaran pertahanan NATO sebesar 2% dari PDB.
Inggris sendiri telah mengalami pemangkasan jumlah personel militernya, dengan pasukan reguler kini hanya berjumlah sekitar 73.000 orang,angka terendah sejak era Perang Napoleon.
Ketidakhadiran langsung Amerika Serikat dalam latihan ini juga menimbulkan tanda tanya besar. Meski AS tetap menjadi anggota NATO yang paling kuat, pemerintahan Donald Trump telah menegaskan bahwa tidak akan ada pasukan AS di darat.
Menteri Pertahanan Inggris, John Healey, menekankan bahwa peran AS tetap krusial sebagai elemen penangkal bagi Presiden Rusia Vladimir Putin.
Tanpa keterlibatan AS, upaya Eropa untuk menjamin keamanan Ukraina akan menghadapi kesulitan besar, sebagaimana yang terjadi dalam intervensi NATO di Libya pada 2011.
Latihan Steadfast Dart memperlihatkan bahwa NATO mulai belajar dari perang di Ukraina.
Taktik pertempuran parit dan perang kota kini lebih ditekankan, termasuk teknik menghadapi serangan drone.
Meskipun belum ada kepastian apakah pengerahan pasukan akan benar-benar terjadi, kesiapan tentara Inggris ini memberikan sinyal kuat tentang komitmen mereka.
Bagi mereka, penugasan ke Ukraina bukan hanya sebuah misi, tetapi juga dapat memberikan makna baru dalam karier militer mereka.
Editor: Redaktur TVRINews
