
Foto: Paus Leo XIV memimpin Misa di Kapel Sistina di Vatikan, 9 Mei 2025. (Dok. Vatican Media/Handout via REUTERS)
Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Vatikan
Paus Leo XIV secara resmi akan memulai masa kepemimpinannya sebagai pemimpin tertinggi Gereja Katolik dunia pada Minggu, 18 Mei 2025, melalui Misa pelantikan yang digelar di Lapangan Santo Petrus, Vatikan.
Ribuan umat Katolik dan puluhan pemimpin dunia serta bangsawan Eropa diperkirakan hadir dalam seremoni sakral ini.
Misa akan dimulai pada pukul 15.00 waktu Indonesia dan menjadi momen publik pertama bagi Paus Leo XIV untuk menaiki popemobile berwarna putih, kendaraan khas pemimpin Vatikan.
Paus Leo XIV merupakan paus pertama yang berasal dari Amerika Serikat dan juga Amerika Selatan, karena selain lahir di Chicago, ia memiliki kewarganegaraan Peru setelah bertahun-tahun menjadi misionaris di negara tersebut.
Paus Leo XIV, yang bernama asli Robert Prevost, terpilih sebagai pemimpin umat Katolik pada 8 Mei lalu melalui konklaf singkat yang hanya berlangsung 24 jam.
Ia menggantikan Paus Fransiskus, yang wafat pada 21 April setelah memimpin Gereja selama 12 tahun.
Meski belum banyak memberikan petunjuk tentang arah visi pastoralnya, Paus Leo XIV kerap memuji mendiang Paus Fransiskus dan menunjukkan komitmen terhadap perdamaian dunia.
Dalam pidato publik pertamanya setelah terpilih, ia menyapa umat dengan kalimat, “Damai sejahtera bagi kamu sekalian,” menggemakan liturgi Katolik yang akrab bagi umat di seluruh dunia.
Komitmen tersebut kembali ditegaskan dalam pertemuan dengan para pemimpin Gereja Katolik Timur pada 14 Mei, di mana Paus Leo XIV menyatakan akan melakukan segala upaya untuk memajukan perdamaian di wilayah konflik seperti Ukraina dan Timur Tengah.
Ia juga membuka kemungkinan peran Vatikan sebagai mediator global, dengan menegaskan bahwa perang “tidak pernah bisa dianggap tak terelakkan.”
Misa pelantikan akan diselenggarakan secara multibahasa sebagai simbol keragaman dan jangkauan global Gereja Katolik yang beranggotakan sekitar 1,4 miliar jiwa.
Doa-doa akan dibacakan dalam berbagai bahasa, termasuk Latin, Italia, Yunani, Portugis, Prancis, Arab, Polandia, dan Mandarin.
Baca Juga: Presiden Prabowo Utus Fary Francis dan 2 Menteri Hadiri Pelantikan Paus Leo XIV di Vatikan
Editor: Redaksi TVRINews
