Penulis: Alfin
TVRINews, Moskow
Rusia menyatakan kekuatan perang berperang Ukraina sudah ‘hampir habis’ meski didukung Barat. Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu mengatakan perang telah mengungkap kerentanan dalam sistem senjata Barat.
Beragam senjata dengan teknologi canggih dipasok negara-negara barat untuk membantu Ukraina melawan Rusia. Akan tetapi menurut Sergei Shoigu, kemampuan Ukraina untuk bertarung sudah hampir habis, sementara senjata barat pun tidak kuat-kuat amat. Hal tersebut dikatakan Shoihu saat berbicara di sebuah event di Moskow yang juga dihadari Menhan Cina, Li Shangfu.
Disisi lain, Rusia juga mengklaim telah menghancurkan gudang industri militer utama Ukraina. Juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia Letnan Jenderal Igor Konashenkov, Selasa, 15 Agustus 2023 melaporkan bahwa pasukan Moskow melakukan serangan besar-besaran dengan senjata presisi tinggi terhadap lokasi industri militer utama Ukraina selama beberapa hari terakhir.
Pasukan militer Rusia menyebut telah menyerang situs industri militer utama Ukraina.
“Sebuah pos komando perang elektronik dan pertahanan udara Ukraina dihancurkan dalam operasi di Donetsk” kata Konashenkov yang dikutip reuters.
Menhan Rusia Sergei Shoigu mengakuit Perang dengan Ukraina mnejadi ujian yang serius bagi Moskow.
"Dalam operasi militer khusus ini, tentara Rusia telah mengungkap berbagai macam mitos mengenai superioritas standar militer barat," kata Shoigu.
Perang telah menebarkan kehancuran di seluruh bagian timur dan selatan Ukraina, menewaskan atau melukai ratusan ribu orang dan memicu perpecahan terbesar dalam hubungan Rusia dengan Barat sejak Krisis Misil Kuba 1962. Ukraina dan kekuatan Barat menuduh Rusia melakukan kejahatan perang dan menyebut invasi Moskow sebagai perampasan tanah gaya kekaisaran. Di sisi lain, Kremlin menganggap konflik itu sebagai pertempuran eksistensial dengan Barat yang bermusuhan yang katanya ingin menghancurkan Rusia.
Editor: Rina Hapsari
