
Kepala Intelijen Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Majid Khademi. (Foto: BBC News)
Penulis: Fityan
TVRINews – Teheran
Serangan Udara AS-Israel Tewaskan Majid Khademi di Tengah Ketegangan Selat Hormuz
Eskalasi konflik di Timur Tengah Kembali Memanas setelah Iran mengonfirmasi tewasnya Kepala Intelijen Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Majid Khademi. Khademi dilaporkan gugur dalam serangan udara terkoordinasi oleh Amerika Serikat dan Israel pada Senin 6 April 2026 pagi waktu setempat.
Pihak Israel secara resmi telah mengklaim tanggung jawab atas operasi tersebut, yang terjadi hanya beberapa jam sebelum tenggat waktu krusial yang ditetapkan oleh Gedung Putih.
Ancaman Infrastruktur dari Washington
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sebelumnya telah menetapkan batas waktu bagi Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz pada Selasa pukul 20.00 ET.
Dalam pernyataan kerasnya, Trump memperingatkan konsekuensi destruktif jika kesepakatan tidak segera tercapai.
"Hari Selasa (7 April 2026) akan menjadi 'Hari Pembangkit Listrik' dan 'Hari Jembatan' yang digabungkan menjadi satu di Iran. Belum pernah ada yang seperti ini sebelumnya!" tegas Trump melalui pernyataan resminya.
Menanggapi gertakan tersebut, Teheran memperingatkan bahwa mereka telah menyiapkan balasan yang "jauh lebih merusak." Situasi ini memicu kekhawatiran global akan terjadinya perang terbuka yang lebih luas.
Diplomasi di Ambang Tanduk
Koresponden internasional diantaranya BBC News melaporkan bahwa upaya diplomasi menit-menit terakhir kini tengah diupayakan secara intensif oleh berbagai pihak mediator.
Namun, seorang sumber internal mengungkapkan bahwa stabilitas sulit dicapai tanpa adanya kesepakatan gencatan senjata terlebih dahulu.
"Diplomasi darurat sedang dipercepat untuk meredakan ketegangan, namun tuntutan utama saat ini tetaplah penghentian kekerasan di lapangan," lapor Lyse Doucet dari lokasi kejadian.
Krisis Kemanusiaan dan Militer
Di Washington, Presiden Trump dijadwalkan memberikan keterangan terbaru mengenai operasi penyelamatan seorang penerbang AS.
Pilot tersebut hilang setelah jet tempurnya ditembak jatuh di atas wilayah udara Iran beberapa waktu lalu.
Hingga saat ini, pertempuran terus meluas melintasi perbatasan, melibatkan wilayah Israel, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi.
Data terbaru menunjukkan ribuan nyawa telah melayang dalam konflik ini, dengan korban jiwa terbanyak terkonsentrasi di wilayah Iran dan Lebanon.
Editor: Redaksi TVRINews
