
Foto: Ilustrasi TVRINews.com By FitYan
Penulis: Fityan
TVRINews – Jakarta
Pemerintah menargetkan perluasan akses pasar global melalui kolaborasi strategis dan penyelenggaraan Halal Expo 2026.
Pemerintah Indonesia melalui Badan Komunikasi Pemerintah Bakom RI mempertegas komitmennya dalam memimpin penguatan ekosistem ekonomi halal di lingkup negara-negara anggota Developing-8 (D-8).
Strategi ini bertujuan untuk menyelaraskan standar produk serta membuka pintu bagi pelaku usaha domestik menuju pasar internasional yang lebih luas.
Sebagai bentuk tindakan nyata, Indonesia dijadwalkan menjadi tuan rumah gelaran D-8 Halal Expo Indonesia yang akan berlangsung pada 14–18 April 2026.
Eksibisi berskala internasional ini diproyeksikan menjadi katalisator bagi pengusaha lokal untuk menembus pasar di negara-negara anggota D-8, yang memiliki total populasi lebih dari satu miliar penduduk.
Harmonisasi dan Akses Global
Dalam ulasan resminya, otoritas terkait menekankan bahwa pengembangan ekonomi halal kini menjadi agenda prioritas dalam keketuaan Indonesia di D-8.
Fokus utamanya mencakup dua pilar penting: peningkatan standardisasi sistem jaminan produk halal melalui Program Barakah, serta pembukaan akses industri ke rantai pasok global.
"Upaya ini dilakukan agar industri halal di sesama negara anggota dapat tumbuh bersama dan saling terhubung secara berkelanjutan," demikian pernyataan resmi yang dikutip dari sumber data Kementerian Luar Negeri melalui Badan Komunikasi Pemerintah Sabtu 7 Maret 2026.
Dampak Ekonomi Nasional
Integrasi standar ini diharapkan memberikan keuntungan signifikan bagi stabilitas ekonomi nasional.
Dengan adanya pengakuan timbal balik terhadap sertifikasi halal di antara anggota D-8, produk asal Indonesia akan lebih mudah diterima tanpa kendala regulasi yang rumit di negara tujuan.
Beberapa manfaat utama yang ditargetkan dari inisiatif ini antara lain:
• Perluasan Pasar: Akses langsung ke lebih dari 1 miliar konsumen global.
• Pertumbuhan Sektor UKM: Membuka peluang usaha baru bagi pelaku industri kreatif dan pangan.
• Penciptaan Lapangan Kerja: Mendorong penyerapan tenaga kerja seiring dengan meningkatnya permintaan ekspor.
Melalui sinergi ini, Indonesia optimistis dapat mengukuhkan posisinya sebagai pusat gravitasi ekonomi halal dunia, sekaligus memastikan bahwa produk lokal mampu bersaing secara kompetitif di panggung global.
Editor: Redaksi TVRINews
