
Sejumlah warga berjalan di samping puing-puing bangunan yang hancur akibat serangan Israel di Tyre, Lebanon, di tengah meningkatnya permusuhan antara Israel dan Hizbullah (Foto: Yara Nardi/ The Guardi
Penulis: Fityan
TVRINews, Tel Aviv
Eskalasi Timur Tengah: Militer Israel Cegat Proyektil Houthi dan Belasan Tentara AS Terluka
Ketegangan di Timur Tengah mencapai titik didih baru pada Sabtu 28 Maret 2026 dini hari setelah militer Israel mengonfirmasi adanya serangan rudal yang diluncurkan dari wilayah Yaman.
Insiden ini menandai keterlibatan langsung pertama kelompok Houthi dalam palagan konflik yang telah memasuki bulan kedua tersebut.
Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menyatakan bahwa sistem pertahanan udara mereka segera diaktifkan begitu ancaman terdeteksi bergerak menuju wilayah kedaulatan Israel.
"Kami telah mengidentifikasi peluncuran rudal dari Yaman menuju wilayah Israel. Sistem pertahanan udara saat ini sedang beroperasi untuk mencegat ancaman tersebut," tulis pernyataan resmi militer Israel sebagaimana dikutip The Guardian sabtu 28 Maret 2026.
Ini merupakan pemenuhan ancaman dari kelompok Houthi yang beraliansi dengan Iran, yang sebelumnya menyatakan kesiapan mereka untuk mengambil tindakan militer terhadap Israel.
Serangan dari arah selatan ini terjadi hanya beberapa jam setelah serangkaian gelombang rudal menghantam Tel Aviv selama lima jam berturut-turut pada Jumat malam.
Serangan di Pangkalan Saudi
Di saat yang bersamaan, situasi keamanan regional semakin memburuk menyusul laporan serangan terhadap pangkalan militer di Arab Saudi.
Serangan yang diduga kuat dilakukan oleh kelompok pro-Iran tersebut dilaporkan menyebabkan jatuhnya korban dari pihak militer Amerika Serikat.
Berdasarkan laporan awal, sedikitnya 12 tentara AS mengalami luka-luka dalam serangan tersebut.
Meski detail mengenai jenis persenjataan yang digunakan masih dalam proses investigasi, insiden ini menambah lapisan kompleksitas baru bagi diplomasi keamanan di kawasan tersebut.
Analisis Geopolitik
Keterlibatan Yaman dan serangan terhadap personel AS di pangkalan Saudi menunjukkan pergeseran konflik dari skala lokal menjadi konfrontasi regional yang lebih luas.
Para analis Internasional menilai bahwa pembukaan "front selatan" oleh Houthi memaksa Israel untuk memecah konsentrasi pertahanan udara mereka yang selama ini terfokus pada perbatasan utara dan Jalur Gaza.
Hingga berita ini diturunkan, sirene peringatan udara masih terdengar di beberapa titik di Israel, sementara otoritas keamanan di Arab Saudi dan komando militer AS di kawasan (CENTCOM) belum memberikan rincian lebih lanjut mengenai kondisi para prajurit yang terluka.
Editor: Redaksi TVRINews
