
Petugas kepolisian mengevakuasi seorang warga yang terluka di lokasi serangan drone dan rudal Rusia di Dnipro, Ukraina, pada 25 April 2026. (Foto: Arab News)
Penulis: Fityan
TVRINews – Kyiv
Serangan Udara Skala Besar Hantam Infrastruktur Kota Dnipro dan Chernihiv
Rusia meluncurkan salah satu serangan udara terbesar dalam beberapa waktu terakhir ke wilayah kedaulatan Ukraina pada Sabtu 25 April 2026 dini hari.
Rentetan serangan yang melibatkan lebih dari 660 drone dan rudal tersebut mengakibatkan sedikitnya empat orang tewas dan lebih dari 30 lainnya mengalami luka-luka.
Pihak berwenang melaporkan bahwa konsentrasi serangan menyasar infrastruktur perkotaan, dengan kerusakan paling parah terjadi di Kota Dnipro, tenggara Ukraina, serta beberapa wilayah utara.
Eskalasi Serangan Malam Hari
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, mengonfirmasi intensitas serangan tersebut melalui pernyataan resminya. Ia menyebutkan bahwa pasukan Rusia melakukan pengeboman secara masif sepanjang Jumat 24 April malam.
“Praktis sepanjang malam, Rusia membom Dnipro serta kota-kota dan komunitas kami lainnya,” tulis Zelensky melalui kanal media sosialnya. Beliau menambahkan bahwa sebagian besar target serangan merupakan infrastruktur sipil di kawasan perkotaan.
Di Dnipro, Gubernur regional Oleksandr Hanzha melaporkan tim penyelamat telah mengevakuasi dua jenazah dari gedung yang hancur akibat hantaman rudal.
Upaya pencarian masih terus dilakukan karena dikhawatirkan masih ada lima orang yang terjebak di bawah reruntuhan. Selain korban jiwa, tercatat 21 warga di kota tersebut mengalami luka-luka.
Dampak di Wilayah Utara
Kekerasan udara juga merambah ke wilayah utara, tepatnya di Chernihiv. Gubernur setempat menyatakan bahwa kombinasi serangan rudal dan drone di wilayahnya telah menewaskan dua orang dan melukai tujuh warga lainnya.
Angkatan Udara Ukraina dalam pernyataan resmi via Telegram merinci bahwa Moskow mengerahkan total 619 drone dan 47 rudal. Dari jumlah tersebut, sistem pertahanan udara Ukraina dilaporkan berhasil melumpuhkan 580 drone dan 30 rudal.
Desakan Penguatan Pertahanan Udara
Menanggapi serangan terukur ini, Presiden Zelensky kembali menegaskan urgensi bantuan militer dari negara-negara sekutu.
Menurutnya, serangan berskala besar ini adalah bukti nyata bahwa Ukraina membutuhkan dukungan pertahanan yang lebih solid dan respons cepat.
“Setiap serangan seperti ini harus mengingatkan mitra kami bahwa situasi ini memerlukan tindakan segera dan tegas, terutama penguatan pertahanan udara kami dengan cepat,” tegas Zelensky.
Pola serangan Rusia belakangan ini menunjukkan strategi tekanan konstan, di mana mereka meluncurkan puluhan drone setiap malam, yang sesekali diselingi dengan serangan skala masif yang menggunakan ratusan proyektil sekaligus untuk menembus sistem pertahanan Ukraina.
Editor: Redaksi TVRINews
