
KTT ‘Shield of the Americas’ pada 7 Maret 2026 di Doral, Florida.(Foto: AP News)
Penulis: Fityan
TVRINews – Miami
Targetkan Dominasi China dan Kejahatan Transnasional
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, resmi mengumpulkan 12 pemimpin negara Amerika Latin dalam KTT bertajuk "Shield of the Americas" di Miami, Sabtu 8 Maret 2026 waktu setempat.
Pertemuan ini menandai pergeseran fokus kebijakan luar negeri AS untuk membentuk koalisi regional guna memberantas kartel narkoba sekaligus membendung pengaruh ekonomi dan politik China di Belahan Bumi Barat.
Dalam pidatonya di hadapan para pemimpin regional, Trump menegaskan perlunya tindakan kolektif yang drastis untuk menghadapi ancaman kriminalitas yang terorganisir.

(sumber: X.com/BenjAlvarez1)
"Sama seperti kita membentuk koalisi untuk membasmi ISIS, sekarang kita butuh koalisi untuk membasmi kartel," ujar Trump di hadapan perwakilan dari Argentina, Chile, hingga Ekuador.
Koalisi Anti-Kartel dan Isu Meksiko
Trump secara spesifik menunjuk Meksiko sebagai titik sentral dari kekerasan yang digerakkan oleh sindikat narkoba. Meskipun memuji Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum yang tidak hadir dalam pertemuan tersebut, Trump tetap memberikan peringatan keras.
• Pusat Krisis: Trump menyebut Meksiko sebagai "episentrum" kekerasan kartel yang memicu kekacauan di seluruh belahan bumi.
• Kedaulatan Wilayah: Ia mengklaim kartel kini mengendalikan Meksiko, sebuah situasi yang menurutnya tidak bisa dibiarkan karena letaknya yang terlalu dekat dengan perbatasan AS.
• Operasi Terbaru: KTT ini berlangsung hanya dua minggu setelah tewasnya pemimpin kartel Jalisco New Generation (CJNG), Nemesio Oseguera Cervantes alias "El Mencho", dalam operasi yang dibantu intelijen AS.
Kristi Noem, yang baru saja melepas jabatannya sebagai Sekretaris Keamanan Dalam Negeri (DHS) untuk menjadi Utusan Khusus AS untuk koalisi ini, menekankan bahwa tujuan utama kelompok ini adalah mempertahankan kedaulatan dan keamanan ekonomi masing-masing negara anggota.
Melawan Pengaruh China
Selain isu keamanan, Trump memperkenalkan apa yang disebut sebagai "Doktrin Donroe" sebuah plesetan dari Doktrin Monroe yang bertujuan memperkuat kerja sama regional untuk menangkal pengaruh asing, terutama China.

(sumber: X.com/BenjAlvarez1)
"Kami tidak akan membiarkan pengaruh asing yang bermusuhan mendapatkan pijakan di belahan bumi ini, termasuk di Terusan Panama," tegas Trump.
Sekretaris Negara AS, Marco Rubio, menambahkan bahwa penguatan aliansi ini merupakan bentuk apresiasi kepada negara-negara tetangga yang dianggap lebih loyal dibandingkan beberapa sekutu tradisional di Eropa.
Rubio menyindir respons lemah Inggris terkait serangan AS di Iran, sembari menegaskan bahwa menjadi sekutu AS akan memberikan keuntungan timbal balik yang besar.
Geopolitik Regional: Venezuela dan Kuba
KTT ini juga menyoroti perubahan peta politik di Amerika Selatan pasca penangkapan mantan Presiden Venezuela, Nicolás Maduro, oleh militer AS dua bulan lalu.
1. Venezuela: Trump memuji Presiden Interim Delcy Rodríguez yang menyatakan kesiapan untuk berkolaborasi dengan pemerintahan Trump. AS telah secara resmi mengakui pemerintahan baru tersebut pekan lalu.
2. Kuba: Trump memprediksi keruntuhan rezim di Kuba dalam waktu dekat akibat krisis energi dan ekonomi setelah kehilangan pasokan minyak dari Venezuela. Ia menyebut Kuba berada di "akhir garis," namun tetap membuka peluang negosiasi untuk "kehidupan baru" bagi negara kepulauan tersebut.
Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, menutup diskusi dengan menyatakan bahwa AS telah terlalu lama berfokus pada perbatasan di tempat yang jauh dan mengabaikan keamanan di belahan buminya sendiri. Melalui KTT ini, Washington mengirimkan sinyal kuat bahwa prioritas utama kini kembali ke "halaman belakang" mereka sendiri.
Editor: Redaksi TVRINews
