
Pihak Keamanan Royal Canadian Mounted Police Nampak membantu para korban (Foto: AFP)
Penulis: Fityan
TVRINews – Tumbler Ridge
Kepolisian British Columbia mengonfirmasi pelaku wanita ditemukan tewas di lokasi kejadian setelah menyerang sekolah menengah.
Sebuah tragedi memilukan mengguncang kota kecil Tumbler Ridge di provinsi British Columbia, Kanada.
Penembakan massal yang terjadi di sebuah sekolah menengah dan satu lokasi perumahan telah merenggut sedikitnya 10 nyawa, termasuk individu yang diduga sebagai pelaku penembakan.
Royal Canadian Mounted Police (RCMP) dalam pernyataan resminya pada hari Selasa 10 Februari 2026 mengonfirmasi bahwa petugas menemukan enam korban jiwa di dalam lingkungan sekolah Tumbler Ridge Secondary School. Satu orang lainnya dinyatakan meninggal dunia saat dalam perjalanan menuju rumah sakit.
Penyelidikan lebih lanjut mengarahkan petugas ke sebuah rumah yang diyakini terkait dengan insiden tersebut, di mana dua jenazah tambahan ditemukan. Hingga saat ini, pihak berwenang belum merilis rincian mengenai jumlah korban yang berstatus di bawah umur.
Komandan Distrik Utara RCMP, Ken Floyd, menyatakan bahwa situasi tersebut merupakan ancaman aktif yang berkembang sangat cepat.
"Individu yang diyakini sebagai penembak juga ditemukan tewas dengan luka yang tampak seperti akibat perbuatan sendiri," ungkap Floyd kepada media. Pihak kepolisian mengidentifikasi tersangka sebagai seorang perempuan, namun identitas resminya masih dirahasiakan demi kepentingan penyidikan oleh Unit Kejahatan Utama.
Kesaksian Penyintas dan Evakuasi
Darian Quist, seorang siswa kelas 12, menggambarkan suasana mencekam saat ia dan rekan-rekannya harus membarikade pintu kelas dengan meja selama lebih dari dua jam.
"Kenyataan dari semua ini mulai terasa. Saya merasa mengenal salah satu korban, tetapi semuanya masih sangat baru," ujar Quist kepada CBC Radio West. Ia menambahkan bahwa sekolah tersebut sangat kecil, dengan hanya sekitar 20 siswa di tingkat angkatannya.
Selain korban tewas, dua orang dilaporkan telah diterbangkan ke rumah sakit dengan cedera kritis, sementara 25 orang lainnya mendapatkan perawatan di pusat medis lokal untuk luka yang tidak mengancam jiwa.
Duka Nasional dan Respon Politik
Perdana Menteri British Columbia, David Eby, menyebut insiden ini sebagai "tragedi yang tak terbayangkan." Ia menegaskan bahwa pemerintah akan memastikan dukungan penuh bagi masyarakat Tumbler Ridge yang kini tengah berduka.
Walikota Tumbler Ridge, Darryl Krakowka, yang telah menetap di kota berpenduduk 2.700 jiwa tersebut selama 18 tahun, mengungkapkan kesedihannya yang mendalam.
"Ini sangat menghancurkan. Kami adalah keluarga besar, saya kemungkinan besar mengenal setiap korban," tuturnya.
Di tingkat federal, Perdana Menteri Mark Carney dilaporkan menunda keberangkatannya ke Konferensi Keamanan Munich di Jerman untuk memantau situasi ini.
Melalui media sosial, ia menyampaikan rasa terima kasih atas keberanian para petugas medis dan kepolisian yang bertindak cepat.
Konteks Keamanan Senjata di Kanada
Meskipun Kanada memiliki undang-undang kepemilikan senjata yang lebih ketat dibandingkan Amerika Serikat, serangkaian penembakan massal dalam beberapa tahun terakhir terus memicu desakan untuk pengendalian yang lebih kuat.
Tragedi ini menambah daftar panjang insiden kekerasan senjata di Kanada, menyusul peristiwa penyamaran mematikan di Nova Scotia pada tahun 2020 dan tragedi Ecole Polytechnique di Montreal pada tahun 1989.
Saat ini, tim investigasi masih berupaya mengungkap motif di balik serangan yang mengguncang ketenangan kota di kaki pegunungan Rocky tersebut.
Editor: Redaktur TVRINews
