
Kondisi pengungsian di Al-Hol Syria (Foto: AFP News)
Penulis: Fityan
TVRINews - Hasakeh
Evakuasi ribuan keluarga kelompok Daesh selesai dilakukan guna proses reintegrasi di lokasi baru.
Pemerintah Suriah secara resmi mengumumkan penutupan kamp pengungsian Al-Hol di Provinsi Hasakeh, Senin 23 Februari 2026.
Fasilitas yang pernah menjadi penampungan terbesar bagi keluarga terduga pejuang Daesh tersebut kini telah dikosongkan sepenuhnya setelah seluruh penghuni dievakuasi.
Fadi al-Qassem, pejabat pemerintah yang mengawasi operasional kamp tersebut, mengonfirmasi kepada AFP bahwa proses relokasi telah rampung.
"Seluruh keluarga, baik warga Suriah maupun warga asing, telah dipindahkan," ujar Al-Qassem. Ia menambahkan bahwa pasukan keamanan saat ini sedang melakukan penyisiran akhir di area tenda untuk memastikan tidak ada penghuni yang tertinggal.
Pusat Penampungan Lintas Negara
Terletak di kawasan gurun terpencil di timur laut Suriah, Al-Hol selama bertahun-tahun menjadi titik krusial bagi penanganan keluarga yang memiliki keterkaitan dengan militan Daesh. Pada masa puncaknya, kamp ini menampung sekitar 24,000 jiwa.
Data kependudukan kamp mencatat komposisi penghuni yang beragam, mayoritas adalah warga negara Suriah dan Irak.
Namun, terdapat lebih dari 6.000 warga asing yang berasal dari sekitar 40 negara berbeda, yang menjadikan penutupan ini sebagai perhatian internasional.
Reintegrasi dan Pemindahan Logistik
Awal pekan ini, otoritas mulai memindahkan kloter terakhir penghuni menuju kamp baru di Akhtarin, Provinsi Aleppo utara.
Meski beberapa keluarga dipindahkan ke lokasi lain yang tidak disebutkan secara spesifik demi alasan keamanan, Al-Qassem menekankan aspek kemanusiaan dalam proses ini.
"Penghuni kamp ini adalah perempuan dan anak-anak yang membutuhkan dukungan penuh untuk proses reintegrasi mereka ke masyarakat," tegas Al-Qassem.
Seiring dengan pengosongan tersebut, organisasi kemanusiaan internasional yang sebelumnya beroperasi di dalam fasilitas juga telah menarik diri.
Sumber internal dari salah satu lembaga bantuan melaporkan bahwa seluruh tim telah ditarik, sementara peralatan serta bangunan prefabrikasi telah dibongkar dan dipindahkan dari lokasi.
Kekhawatiran Hak Asasi Manusia
Penutupan Al-Hol bertepatan dengan langkah militer Amerika Serikat yang merelokasi ribuan tahanan terduga pejuang Daesh dari penjara-penjara di timur laut Suriah ke Irak. Langkah ini mencakup transfer warga Suriah dan sejumlah warga negara Barat.
Namun, kebijakan pemindahan ini memicu alarm bagi organisasi hak asasi manusia. Human Rights Watch (HRW) mengeluarkan peringatan keras terkait risiko yang dihadapi oleh sekitar 5.700 tahanan yang dipindahkan. HRW menyoroti potensi terjadinya penghilangan paksa, proses peradilan yang tidak adil, hingga risiko penyiksaan yang melanggar hak hidup dasar manusia.
Editor: Redaksi TVRINews
