
Panglima Pasukan Quds dari Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Esmail Qaani (Foto: BBC News)
Penulis: Fityan
TVRINews – Teheran
Esmail Qaani Membantah Klaim Perpecahan Internal yang Dilontarkan Presiden Trump
Panglima Pasukan Quds dari Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Esmail Qaani, menegaskan kembali kekokohan persatuan domestik Iran.
Pernyataan ini muncul sebagai respons langsung terhadap klaim Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang menyebut adanya "perselisihan internal" (infighting) di dalam struktur pemerintahan Republik Islam tersebut.
Dalam sebuah pernyataan resmi yang diunggah melalui media sosial, Qaani menekankan bahwa kekuatan utama militer Iran tidak hanya terletak pada persenjataan, melainkan pada stabilitas sosiopolitik negara.
"Tulang punggung para pejuang Iran adalah persatuan di akar rumput dan kohesi di antara para pejabat pemerintah," ujar Qaani dalam pesan tertulisnya Jumat 24 April 2026.
Narasi persatuan ini terus digaungkan oleh Teheran sebagai bentuk perlawanan terhadap tekanan diplomatik dan psikologis dari Washington.
Qaani memperingatkan bahwa soliditas antara rakyat dan pemerintah merupakan benteng utama dalam menghadapi ancaman eksternal.
"Dengan persatuan yang kokoh antara bangsa dan pemerintah, serta kepatuhan penuh kepada Pemimpin Tertinggi, kami akan membuat agresor kriminal menyesali tindakannya," tambah sang panglima kutip BBC News.
Pernyataan Qaani tersebut melengkapi rangkaian pesan serupa yang sebelumnya telah disampaikan oleh jajaran petinggi Iran lainnya, termasuk Presiden, Menteri Luar Negeri, dan Ketua Parlemen.
Konsolidasi retorika ini bertujuan untuk menunjukkan kepada komunitas internasional bahwa pusat kekuasaan di Teheran tetap berada dalam satu visi di bawah komando Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.
Editor: Redaksi TVRINews
