
Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Teheran
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa pemimpin tertinggi baru Iran kemungkinan akan dipilih dalam waktu dekat, menyusul wafatnya Ali Khamenei.
Araghchi mengatakan proses suksesi dapat berlangsung cepat, bahkan dalam “satu atau dua hari” ke depan.
Ia menambahkan, untuk sementara waktu, kepemimpinan dijalankan oleh otoritas interim hingga pemimpin baru resmi ditetapkan.
“Pimpinan sementara akan bertindak menjalankan fungsi kepemimpinan sebelum pemimpin baru dipilih,” ujar Aragchi yang dikutip tvrinews.com dari BBC, Minggu, 1 Maret 2026.
Dalam pernyataannya, Araghchi juga menegaskan serangan balasan Iran merupakan bentuk pembelaan diri atas agresi Amerika Serikat.
Ia kembali mengecam serangan Amerika Serikat dan Israel yang terjadi di tengah proses diplomasi antara Teheran dan Washington terkait program nuklir Iran. Kementerian Luar Negeri Iran menilai serangan tersebut merusak jalur negosiasi yang sedang berlangsung.
Sebelumnya, Oman memediasi pembicaraan antara kedua negara. Putaran terakhir negosiasi dilaksanakan di Jenewa pada 26 Februari.
Araghchi menegaskan “jalan yang ditempuh Khamenei akan terus berlanjut,” menandakan kesinambungan kebijakan strategis Iran di bawah kepemimpinan berikutnya.
Wakil Presiden Pertama Iran Mohammad Mokhber sebelumnya menyampaikan bahwa fungsi kepemimpinan untuk sementara dijalankan secara kolektif oleh Presiden Iran, Ketua Lembaga Peradilan, serta perwakilan Dewan Wali.
Langkah tersebut diambil untuk memastikan stabilitas pemerintahan tetap terjaga di tengah meningkatnya ketegangan kawasan.
Selain menewaskan Khamenei, serangan yang terjadi di Teheran dilaporkan turut merenggut korban dari kalangan keluarga. Kantor berita resmi Islamic Republic News Agency (IRNA) menyebut menantu laki-laki dan anak perempuan Khamenei termasuk di antara korban.
Sebagai bentuk penghormatan, pemerintah menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari. Tujuh hari pertama di antaranya ditetapkan sebagai hari libur nasional.
Wafatnya Khamenei menjadi momen krusial bagi Republik Islam Iran. Jabatan Pemimpin Tertinggi memegang otoritas tertinggi dalam urusan politik, militer, dan keagamaan, sehingga proses suksesi diperkirakan akan menjadi sorotan utama, baik di dalam negeri maupun di tingkat internasional.
Editor: Redaksi TVRINews
