
Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon bersama Menteri Kebudayaan Prancis, Catherine Pégard (Foto: TVRINews/HO-Kemenbud)
Penulis: Ridho Dwi Putranto
TVRINews, Jakarta
Implementasi Borobudur Declaration dorong kolaborasi museum, film, dan digitalisasi budaya.
Pemerintah Indonesia dan Prancis resmi memperkuat kemitraan strategis di sektor kebudayaan melalui pertemuan bilateral tingkat menteri di Paris, Prancis.
Pertemuan ini menjadi langkah nyata dalam mengimplementasikan kesepakatan "Borobudur Declaration" yang sebelumnya telah diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Emmanuel Macron.
Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, bertemu langsung dengan Menteri Kebudayaan Prancis, Catherine Pégard, untuk membahas perluasan kolaborasi di berbagai bidang, mulai dari pelestarian warisan budaya, penguatan museum, hingga transformasi digital kebudayaan.

"Kerja sama Indonesia-Prancis di bidang kebudayaan harus terus berkembang secara konkret, resiprokal, dan berdampak jangka panjang, baik bagi pelaku budaya maupun bagi penguatan diplomasi budaya di kancah global," ujar Fadli Zon dalam pernyataan resminya, Jumat, 24 April 2026.
Penandatanganan Kerja Sama Konkret
Dalam kesempatan tersebut, kedua negara menyaksikan penandatanganan dua perjanjian penting sebagai bentuk kolaborasi kelembagaan yang kuat. Pertama, kerja sama antara École du Louvre dengan Indonesia Heritage Agency (IHA). Kedua, kesepakatan antara Centre des Monuments Nationaux (CMN) dengan InJourney.
Kerja sama ini mencakup pengembangan kawasan warisan dunia Borobudur dan Prambanan, penguatan Museum Academy, serta rencana penyelenggaraan pameran kebudayaan Indonesia di Museum Guimet, Prancis.
Ekspansi di Sektor Industri Kreatif
Tak hanya fokus pada cagar budaya, diplomasi ini juga menyentuh sektor industri kreatif. Di bidang perfilman, kedua negara sepakat melanjutkan Indonesia-France Film Lab dan memperkuat kolaborasi dengan lembaga film ternama Prancis seperti La Fémis dan CNC.
Indonesia juga dipastikan akan meningkatkan partisipasi dalam berbagai festival bergengsi seperti Cannes Film Festival, Annecy International Animation Film Festival, hingga pertemuan co-production yang dijadwalkan berlangsung di Paris pada Desember 2026 mendatang.
Sementara di bidang sastra, program seperti Choix Goncourt Indonésie dan Read Indonesia akan terus didorong bersama The Centre national du livre melalui program residensi bagi para penulis.
Transformasi Digital dan Tata Kelola Data
Menghadapi tantangan zaman, kedua menteri juga memberikan perhatian khusus pada transformasi digital. Fokus utama diarahkan pada tata kelola data budaya, digitalisasi aset, serta pengembangan co-creation berbasis warisan budaya digital.
Selain itu, kedua pihak berkomitmen dalam riset bersama untuk perlindungan warisan budaya yang terdampak perubahan iklim melalui kerangka ALIPH.
Pertemuan bilateral ini diharapkan tidak hanya memperkokoh ekosistem budaya kedua negara, tetapi juga memposisikan kebudayaan sebagai instrumen strategis dalam diplomasi global Indonesia.
Editor: Redaksi TVRINews
