
Foto: Duta Besar UEA Abdulla Salem AlDhaheri (TVRINews/Octavian Dwi)
Penulis: Intan Kw
TVRINews, Jakarta
Uni Emirat Arab (UEA) bersama negara-negara Teluk mengutuk serangan Iran dan menyebutnya sebagai pelanggaran terhadap hukum internasional serta Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Namun demikian, Duta Besar UEA Abdulla Salem AlDhaheri mengatakan pihaknya tetap berkomitmen pada jalur diplomasi.
"Kami tetap berkomitmen pada diplomasi, de-eskalasi, dan kerja sama internasional," kata AlDhaheri, Rabu, 8 April 2026.
Ia menambahkan, UEA bersama negara-negara Teluk dan Yordania akan terus mengedepankan stabilitas dibandingkan eskalasi, tanggung jawab dibandingkan reaksi, serta kerja sama dibandingkan konflik.
Lebih lanjut, AlDhaheri menegaskan pihaknya akan terus bekerja sama dengan berbagai negara, termasuk Indonesia, untuk mendorong perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran bersama.
"Kami akan terus bekerja sama dengan para mitra internasional, termasuk Indonesia, untuk mendorong perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran bersama," pungkasnya.
Di sisi lain, UEA juga mengungkapkan bahwa hingga 7 April 2026, sistem pertahanan udara negaranya telah mendeteksi dan mencegat ribuan serangan.
"Per tanggal 7 April 2026, sistem pertahanan udara Uni Emirat Arab telah berhasil mendeteksi dan mencegat 520 rudal balistik, 26 rudal jelajah, dan 2.221 drone," ujar AlDhaheri.
Meski demikian, ia mengungkapkan bahwa puing-puing dari proyektil yang berhasil dicegat tersebut tetap menimbulkan dampak di kawasan sipil.
Akibatnya, 13 orang dilaporkan meninggal dunia dan 217 lainnya mengalami luka-luka. Selain itu, sejumlah infrastruktur vital turut mengalami kerusakan, seperti bandara, pelabuhan, fasilitas energi, dan kawasan permukiman.
AlDhaheri menyebut mayoritas serangan Iran ditujukan ke negara-negara kawasan Teluk dan sekitarnya.
"Statistik terbaru menunjukkan bahwa sekitar 85 persen rudal dan drone Iran diluncurkan ke arah negara-negara GCC dan Yordania, sementara hanya sekitar 15 persen yang menargetkan Israel," pungkasnya.
Editor: Redaksi TVRINews
